Seorang
lelaki sedang menjaga toserba dan menegur pelanggan, menyuruh membayar dulu
sebelum memakannya. Lelaki tersebut, memukul kasir tersebut dan menodongkan pisau
seraya menyuruh memberikannya semua uang. Jang Ok Ju meletakkan barang yang di
belinya di meja kasir kemudian memberikan uangnya kepada sang kasir. Dengan ketakutan
kasir tersebut menerima uangnya dan memberi tahu kalau tidak mempunyai
kembaliannya.
Dengan
segera Jang Ok Ju mengambil uang yang di ambil oleh para perampok tersebut dari
dalam tas. Melihatnya, perampok tersebut menyerang Jang Ok Ju. Dan dengan
segera Jang Ok Ju melawannya. Setelah mengalahkan orang-orang tersebut, Jang Ok
Ju mengambil barang yang di belinya dan pergi dari sana.
Dengan
menahan sakit, Choi Min Hee tetap melakukan tampil bersama penari balet yang
lain.
Jang Ok
Ju terbangun dari tidurnya saat ponselnya berbunyi kemudian menjawab panggilan
masuk dari Choi Min Hee yang mengajaknya bertemu. Dan sekarang, dengan menaiki
montornya, Jang Ok Ju pergi ke toserba, membeli minuman.
Setelah
selesai, Jang Ok Ju pergi ke rumah Choi Min Hee. Karena Choi Min Hee tidak
kunjung membuka pintunya, Jang Ok Ju memasukkan kata sandi pintu dan masuk
kedalam dan tidak mendapati keberadaan Choi Min Hee di dimanapun.
Melihat
kotak di atas tempat tidur, Jang Ok Ju membukanya dan melihat sepatu balet di
dalamnya kemudian mengambil kertas surat dan membacanya,
“TOLONG
BALASKAN DENDAMKU! KURASA KAU AKAN MAMPU MELAKUKANNYA AKU SANGAT BERGEMBIRA
MINUM BERSAMAMU - CHEF.CHOI__1004”
Jang
Ok Ju kembali mencari keberadaan Choi Min Hee dan menemukannya yang tewas di
dalam bak mandi.
Dan sekarang,
Jang Ok Ju berada di taman tengah duduk di ayunan seraya mengingat pertemuannya
bersama Choi Min Hee.
Jang Ok
Ju memasuki toko kue. Choi Min Hee yang sedang berjaga memberi tahu kalau tokonya
sudah tutup dan menyuruh Jang Ok Ju memilih kue dengan cepat. Dengan segera
Jang Ok Ju memilih kue yang berada di etalase. Choi Min Hee membungkus kuenya
seraya menanyakan untuk di berikan kepada siapa. Jang Ok Ju memberi tahu untuk
dirinya sendiri yang tengah berulang tahun.
Ternyata
keduanya satu angkatan sewaktu sekolah.
Dan sekarang
keduanya berada di kafe, tengah mengobrol bersama membicarakan pekerjaan.
Dengan
menaiki montor Jang Ok Ju pergi dari sana dan kembali ke rumahnya untuk mencari
tahu. Jang Ok Ju mengetikkan “chef.choi__1004” di computer miliknya, yang
ternyata orang tersebut adalah koki kemudian mengirimkan pesan di akun media
sosialnya untuk memesan makanan.
Jang Ok
Ju melihat photo dirinya bersama Choi Min Hee, membuat dirianya mengingat
kenangannya bersama Choi Min Hee.
Jang Ok
Ju menjawab telepon masuk di ponsel Choi Min Hee dan hanya diam mencengarkan
ucapan seorang lelaki,
“Datanglah
ke Jembatan Jamsu besok. Aku buka toko pukul 02,00. Jika kau tidak muncul kali
ini, akan kupastikan kau berakhir tanpa satu pun teman atau keluarga. Pikirkanlah.”
Dari sebrang
jembatan, Jung Ok Ju berada, tengah duduk di lantai seraya melihat kedatangan
Pro Choi. Karena teleponnya tidak di jawab oleh Choi Min Hee, Pro Choi kembali
pergi dari sana. Dengan segera, Jang Ok Ju mengejar mobil Pro Choi dengan
menaiki montornya.
Jang Ok
Ju menghentikan montornya saat melihat mobil Pro Choi yang memasuki pekarangan
rumah. Dengan segera Jang Ok Ju turun dari mobil dan berjalan masuk kedalam dan
kembali pergi.
Pagi harinya,
Pro Choi pergi dengan menaiki mobilnya. Jang Ok Ju berada di depan toserba,
melihat mobil Pro Choi kemudian pergi ke rumahnya dan segera masuk kedalam
setelah berhasil membobol kunci pintunya.
Jang Ok
Ju menelusuri rumah Pro Choi dan menemukan alat s*ks di dalam lemari dan
banyaknya flashdisk di salah satu laci. Dengan segera Jang Ok Ju mengambil
flashdisk yang bertuliskan ballerina dan memutar videonya. Di video tersebut, Jang
Ok Ju melihat Choi Min Hee yang sedang di lecehkan oleh Pro Choi.
Malam harinya,
Pro Choi kembali ke rumahnya, memutar music dan duduk di kursi seraya memainkan
ponselnya.
Disisi
lain, Jang Ok Ju tengah mendengarkan percakapan Pro Choi melalui alat penyadap suara
yang di tinggalkannya dan menambah volume saat Pro Choi berbicara seraya
mencatatnya di buku.
Dan sekarang,
Jang Ok Ju berada di kelab, tengah duduk di meja bartender, meminum minuman
yang di pesannya seraya melihat Pro Choi yang berada di lantai atas. Tidak mendapati
keberadaan Pro Choi di lantai atas, dengan segera Jung Ok Ju mencari
keberadaannya. Setelah menemukannya, Jang Ok Ju mengajak Pro Choi minum
dengannya.
Keduanya
berada di dalam mobil dengan Pro Choi yang menyetir. Jang Ok Ju menanyakan akan
pergi ke mana. Pro Choi memberi tahu akan pergi ke hotel.
Setelah
sampai di hotel, Pro Choi memesan kamar sementara Jang Ok Ju mengamati keadaan
sekitar. Dan sekarang keduanya berada di kamar hotel yang dipesannya, dengan
Pro Choi yang mengajak Jang Ok Ju minum.
Di
kamar mandi, Pro Choi memembuka tas yang di bawanya kemudian mengambil topeng
dan memakainya. Pro Choi menghampiri Jang Ok Ju yang tidak sadarkan diri di
atas tempat tidur dan mulai merabanya. Dengan gerakan pelan, Jang Ok Ju
menyerang Pro Choi dengan pisau yang di pegangnya.
Pro Choi
menahan pisau dengan tangannya dan melawan Jang Ok Ju yang menyerangnya,
membuat keduanya terlibat perkelahian. Jang Ok Ju menusuk pipi Pro Choi dengan
pisau dan menghindar saat seseorang datang dengan membawa senapan yang menembak
dirinya dan keluar dari kamar tersebut.
Jang Ok
Ju menghentikan langkanya saat melihat seseorang datang dengan membawa mesin gergaji.
Salah satu pintu terbuka membuat orang tersebut jatuh dengan kaki yang
terpotong karena mesin gergaji. Siswa yang keluar dari ruangan tersebut segera
pergi bersama dengan Jang Ok Ju. Meninggalkan orang tersebut yang berteriak
kesakitan.
Pro Choi
tengah di tangani oleh dokter. Pro Choi membuka matanya dan melihat keberadaan
CEO Jo. Aku tahu kita menjual obat-obatan terlarang dan wanita, juga membunuh
orang, tapi masih ada tradisi dan tujuan yang harus dijunjung ucap CEO Jo. Pro Choi
meminta maaf dan memberi tahu akan mengurusnya sendiri secepatnya.
Dengan
marah CEO Jo meremas luka Pro Cho seraya memberikannya waktu 3 hari untuk
membawa para wanita kepada dirinya.
Disisi lain, Jang Ok Ju dan siswa yang menolongnya tengah berada di restoran. Sudah berapa lama kau di sana tanya Jung Ok Ju. Mereka menyebut kami budak, jika kami tidak patuh, video-videonya akan masuk Internet ucap sang siswa tersebut kemudian memberi tahu kalau ia ingin membunuh orang-orang tersebut.