Translate

Senin, 15 Januari 2024

Sinopsis Death's Game Episode 5

All Content From TVING




ddrama-queen.blogspot.com – Sinopsis Death's Game Episode 5. Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cek episode sebelumnya dan klik di tulisan ini untuk menemukan episode selanjutnya. Selamat membaca...^^







Di sebuah bangunan terdapat seorang pria yang sedang melakukan siaran langsung bersama dengan temannya. Salah satu dari orang tersebut melakukan siaran langsung dan salah satu orang lagi sedang memukuli seseorang yang kepalanya di tutupi oleh kain.

Seorang pria (Jeong Gyu Cheol) tiba-tiba muncul, menyerang kedua orang tersebut kemudian membawa pria yang menjadi korban tersebut bersamanya.

Dan sekarang keduanya berada di dalam mobil, dengan Jeong Gyu Cheol yang menyetir, mengabaikan pertanyaan orang tersebut.

Orang tersebut memuka matanya, melihat sekelilingnya dan menyadari dirinya berbaring di atas brankar dalam keadaan terikat.

Dengan memakan buah, Jeong Gyu Cheol memasuki ruang tempat orang tersebut berada, kemudian mengambil pertalatan dengan mengabaikan teriakan dari orang tersebut.

Aku hanya membunuh orang dan aku membunuhmu karena itulah pekerjaanku ucap Jeong Gyu Cheol seraya mendekati orang tersebut dengan membawa mesin gergaji kemudian memotong kaki orang tersebut dan tersenyum saat melihat kanvas gambarnya terkena bercak darah.







EPISODE 5 - MUSTAHIL BISA BEBAS DAN MELAWAN MAUT

Setelah menembak Death, Choi Yee Jae turun dari meja dan berjalan menjauh kemudian mengarahkan pistol di kepalanya dan menembak dirinya sendiri tapi tidak bisa karena pelurunya habis.

Death berjalan mendekati Chi Yee Jae seraya bertanya bisakah kita mulai babak kedua permainan kita. Ya, itu yang kuinginkan karena aku sudah tak sabar ingin membunuh orang itu ucap Choi Yee Jae dengan marah.

Dengan menggunakan jarinya, Death mengambil peluru yang berada di lantai dan menarahkannya kepada Choi Yee Jae.










Dan sekarang, Choi Yee Jae menjalani kehidupannya sebagai Jeong Gyu Cheol.

Jeong Gyu Cheol menghentikan kegiatannya yang sedang mencuci tangan karena terkena noda darah saat melihat bayangan seseorang kemudian berjalan mendekatinya dan benafas lega saat melihat bathrobe yang tergantung di dinding.

Jeong Gyu Cheol berjalan memasuki ruangan, menyalakan lampu dan melihat lukisan mengerikan yang tergantung didinding dan bercak darah berada di lantai dan beberapa kanvas.

“Namaku Jeong Gyu Cheol. Usiaku 34 tahun. Aku lahir di keluarga biasa, tetapi sejak muda, aku sadar terlahir dengan bakat istimewa. Namun, dunia ini gagal mengenali bakatku.”

Jeong Gyu Cheol sedang berjalan dan menghentikan langkahnya saat mendengar suara jatuh kemudian mendekatinya dan melihat seorang wanita jatuh di atas mobil.

Jeong Gyu Cheol memegang darah ynag mengalir dari kepala wanita tersebut kemudian mengabadikan wajah wanita tersebut dalam lukisan.

Sejak setelah itu, Jeong Gyu Cheol membuat lukisan dari objek orang-orang yang di bunuhnya. Dan lukisan milik Jeong Gyu Cheol selalu di pamerkan kepada semua orang dan di lelang dengan harga tinggi.









Dia iblis gila ucap Choi Yee Jae saat melihat wajah Jeong Gyu Cheol di patulan cermin.

Choi Yee Jae mengambil salah satu pisau yang berada di atas meja kemudian melihat pantulan dirinya di cermin seraya berkata akan kugunakan iblis ini untuk membunuh iblis lain, Park Tae U, akan kupastikan kematian yang paling menyakitkan untukmu.

Di sisi lain, Park Tae U sedang latihan menembak dengan burung yang menjadi target dan berhasil membidik tepat pada burung yang sedang terbang.

Jeong Gyu Cheol meegpalkan tangannya saat pergi ke lokasi tempat Lee Ji Su tertabrak kemudian membuka besi dan mengambil pena milik Lee Ji Su dan mengingat sewaktu kejadian.

Park Tae U menyuruh sang supir untuk bertanggung jawab menyerahkan diri sebagai pelaku dan akan memberikan salah satu anak perusahaan miliknya.

Supir tersebut mengambil sd card dasbor kemudian membuangnya di selokan dan kembali mendekati Park Tae U, memberi tahu kalau ia akan menyerahkan diri.

Dengan membawa pisau, Jeong Gyu Cheol pergi ke kantor Taekang untuk menemui Park Tae U tapi tidak mendapati keberadaannya kemudian kembali pergi.

Di sisi lain, Park Tae U sedang menghadiri seminar yang di adakan oleh perusahaan miliknya dan mendengarkan penjelasan yang membahas mengenai Psikopat.








Jeong Gyu Cheol menghentikan langkahnya saat melihat video yang menampilkan Park Tae U yang berbaur dengan pekerjanya.

Darah tiba-tiba keluar dari hidung Jeong Gyu Cheol dan membuatnya pingsan, tergeletak di jalanan.

Dan sekarang, Jeong Gyu Cheol sedang berada di rumah sakit, sedang mendengarkan penjelasan dari dokter yang memberi tahu kalau ia mengidap penyakit tumor otak.

Dengan segera Jeong Gyu Cheol kembali ke tempat galeri lukisannya saat mendapat telepon dari orangnya yang memberi tahu kalau Park Tae U sedang menuju galeri untuk membeli lukisan.

Jeong Gyu Cheol mendekati Park Tae U yang sedang melihat lukisan yang di buatnya. Keduanya berkenalan dan melihat lukisan bersama, dengan Jeong Gyu Cheol yang menjelaskan makna lukisannya.

Jeong Gyu Cheol kembali memasukkan pisau kedalam sakunya saat pekerja Park Tae U datang kemudian menanyakan dimana ia mengantarkan lukisannya jika ia menjualnya. Park Tae U menyuruh Jeong Gyu Cheol untuk mengantarkannya langsung ke rumahnya.

Jeong Gyu Cheol mengajak Park Tae U untuk datang ke studio dan akan membuat lukisan khusus. Park Tae U menyetujuinya kemudian pergi dari sana.









Park Tae U memasuki gereja, mengikuti ucpacara kematian Park Jin Tae.

Park Jin Tae memberi tahu sang kakak kalau ia melihat saat mencoba membunuh anak pembantu dan memberi tahu kejadian tersebut kepada sang ayah.

Park Tae U keluar dari gereja saat melihat semua orang menangis mengingat Park Jin Tae.

Park Tae U memasuki mobilnya, menjawab telepon dari pekerjanya yang memberi tahu kalau seminar di adakan oleh sang ayah.

Park Tae U meminum pil beberapa butir kemudian menyetir dengan pandangan yang mengabur.

Di dalam mobilnya, An Ji Hyeong sedang bertugas bersama Woo Ji Hoon, kemudian mengejar mobil yang di kendarai oleh Park Tae U yang mengebut.

Park Tae U menghentikan mobilnya saat jalanan buntu karena sedang ada pembangunan. Woo Ji Hoon keluar dari mobil, memberikan tes kepada Park Tae U kemudian menyuruhnya keluar.

Park Tae U menelepon kepala kepolisan memberi tahukan kejadian yang dialaminya kemudian memukuli Woo Ji Hoon. An Ji Hyeong hanya diam menunduk karena di ancam oleh Park Tae U.

Park Tae U memberikan uang kepada keduanya kemudian memasuki mobil dan mengendarainya pergi dari sana.








Park Tae U kembali ke rumahnya dan menghentikan mobilnya saat melihat keberadaan Jeong Gyu Cheol.

Park Tae U keluar dari mobil, menghampiri Jeong Gyu Cheol dan menanyakan sedang apa dirumahnya.

Jeong Gyu Cheol tidak menjawab pertanyaan Park Tae U dan malah menaikkan kakinya di atas mobil dan membersihkan sepatunya.

Park Tae U memberi tahu kalau tidak ada kamera pengawas. Aku tahu ucap Jeong Gyu Cheol. Dengan marah Park Tae U memukul Jeong Gyu Cheol.

Jeong Gyu Cheol bangun dari jatuhnya kemudian meludah kearah Park Tae U dan mengenai tepat pada kepalanya. Park Tae U menghentikan langkahnya yang akan masuk kedalam rumah kemudian menyerang Jeong Gyu Cheol.

Dengan segera Jeong Gyu Cheol menghindar dan balik memukuli Park Tae U.

Dengan tba-tiba Park Tae U mengeluarkan senapan dan mengarahkannya kepada Jeong Gyu Cheol. Melihat tersebut, Jeong Gyu Cheol segera bersembunyi dan berlari menjauh dari sana tapi tidak jadi saat Park Tae U berhasil menembak mengenai kakinya membuatnya tergeletak di jalanan.







Park Tae U berjalan mendekati Jeong Gyu Cheol. Dengan tiba-tiba Jeong Gyu Cheol membuka matanya membuat Park Tae U terkejut saat melihatnya.

Jeong Gyu Cheol menyerang Park Tae U kemudian masuk kedalam mobil milik Park Tae U dan mengendarainya mengintari Park Tae U. Dengan segera Park Tae U menghindar saat Jeong Gyu Cheol mengarahkan mobil kepada dirinya seraya menyiapkan senapannya.

Jeong Gyu Cheol keluar dari mobil, berjalan mendekati Park Tae U yang tergeletak di jalanan kemudian mengambil senapan dan mengarahkannya kepada Park Tae U kemudian menginjak tubuhnya.








Dan sekarang dengan keadaan terikat, Jeong Gyu Cheol membawa Park Tae U ke studio lukisnya.

Jeong Gyu Cheol pingsan saat menyiapkan peralatannya.

Ada apa dengan tanya Park Tae U yang melihat kejadian tersebut.

Jeong Gyu Cheol membuka matanya, menemukan keadaan dirinya yang terikat pada brankar.

Park Tae U mendekati Jeong Gyu Cheol kemudian mengambil mesin gergaji dan mengarahkannya kepada Jeong Gyu Cheol untuk memotong kakinya.

Setelahnya darah terciprat di segala studio tersebut.






Itu kematian paling menyakitkan yang kau alami sampai sekarang, kau dipotong, dicencang, dihancurkan, dan dibakar, kau masih harus menganggap dirimu beruntung jika kau mencoba membunuhnya maka aku akan ikut campur dan melemparmu ke neraka ucap Death kepada Choi Yee Jae yang sedang memeluk dirinya sendiri.

Choi Yee Jae menertawakan ucapan Death.

Kau sengaja membuat dirimu terbunuh tanya Death. Choi Yee Jae tidak menjawabnya dan masih tertawa.

Di studio lukis milik Jeong Gyu Cheol, Choi Yee Jae sudah memasang kamera pengawas dan kejadian saat Park Tae U membunuh Jeong Gyu Cheol, terekam oleh CCTV.

 

BERSAMBUNG……

Facebook Twitter