Translate

Kamis, 11 Januari 2024

Sinopsis Twenty Five Twenty One Episode 1

All Content From tvN, TVING, Tentangsinopsis




ddrama-queen.blogspot.com – Sinopsis Twenty Five Twenty One Episode 1. Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cek episode selanjutnya. Selamat membaca...^^



“KONTES TARI MYUNGIN KE-43”

Semua orang mengcek suhu tubuh dan membersihkan tangan sebelum memasuki gedung. Hee Do yang mengantarkan Mi Chae mengikuti perlombaan, menyuruhnya masuk memberi tahu kalau ia akan menonton lewat ponsel di mobil. Min Chae berdiri di samping panggung melihat Yun Seo yang sedang yang sedang tampil, menghirukan pembawa acara yang menyuruhnya menaiki panggung karena sudah gilirannya dan berlari pergi dari sana.

Hee Do keluar dari mobil menghampiri Min Chae dan bertanya apa kau menyerah, kenapa kau menyerah sebelum mencoba. Aku tak akan menang dan mau berhenti menari balet ucap Min Chae kemudian pergi setelah membuang pakaian, sepatu beletnya di tempat sampah.

Min Chae pergi ke rumah Jae Kyung memberi tahu kalau ia kabur dan akan berada di sini selama liburan. Setelah selesai makan bersama sang nenek, Min Chae berada di kamar Hee Do sedang melihat-lihat seraya mengeluarkan barang-barangnya. Min Chae mengambil buku diary milik Hee Do yang berada di laci kemudian membacanya,

“Aku menemuinya tiap Sabtu. Karena itu, aku bangun lebih awal pada hari Sabtu dan menjadi tergesa-gesa.”

“JULI 1998”

Dengan berlari Hee Do menuju sekolahnya dan memasuki kelasnya kemudian duduk di mejanya menyuruh Hye Jin yang duduk di sampingnya untuk memberi tahu guru yang membangunkannya bahwa ia anggota klub anggar dan butuh beristirahat, setelahnya membaringkan kepalanya di meja dan menutup matanya.

Hee Do mengintip kedalam ruangan melalui jendela, melihat Yu Rim yang sedang berlatih anggar, dan sejak hari itu, Hee Do memutuskan untuk menjadi saingannya. Pelatih anggar memberi tahu anngota klub, kalau sekolah akan menutup Klub Anggar karena kurang dana akibat IMF dan hanya klub anggar tempat Yu Rim tidak dibubarkan. Membuat semua orang terkejut dan tidak terima karena merenggut impiannya.

Seorang warga memarahi Yi Jin karena terlambat mengantarkan Koran. Yi Jin memberi tahu kalau hari ini hari pertama ke daerah ini dan mengantarkan Koran, kemudian kembali pergi dengan menaiki sepedanya. Apa Ibu bisa memindahkanku ke SMA Tae Yang tanya Hee Do, memberi tahu kalau ia ingin pindah di sana. Jae Kyung menyuruhnya berhenti bermain anggar dan kembali berlajar.

Hee Do memarahi Yi Jin karena merusak patungnya saat melemparkan Koran dan mengenai patungnya. Siapa yang terluka tanya Yi Jin, setelahnya mereka berada di depan rumah Hee Do dan melihat patung tersebut. Berapa ganti rugi yang kau mau tanya Yi Jin. Dengan kesal, Hee Do memberi tahu kalau ia tak minta ganti rugi dan hanya ingin meluapkan kemarahannya karena emosi kemudian pergi.

Setelah berbicara dengan pemilik rumah, Yi Jin memasuki rumah yang akan di tinggalinya dan melihat keadaan rumah tersebut. Hee Do memasuki toko buku dan meliat Yi Jin yang sedang bekerja, menanyakan apakah mempunyai Full House jilid 11. Tidak ada ucap Yi Jin kemudian menyuruh Hee Do datang lagi besok di jam yang sama.

Malam harinya, Hee Do menemui Chan Mi, berlutut di hadapannya seraya bekrata tolong terima aku, klub anggar di sekolah kami dibubarkan karena IMF dan akan pindah jika menerimaku. Kalau begitu, pindahlah ke sekolah kami, pindahlah dengan kemauanmu jika memang bisa ucap Chan Mi kemudian pergi.

Hee Do merencanakan sebuah rencana untuk dipindahkan secara paksa dengan cara menabrak salah satu seorang siswa tapi gagal. Hee Do keluar dari toilet setelah mendengar ucapan ketiga wanita yang di tabraknya dan sekarang sedang mengikutinya, melihat para siswa yang akan bertengkar. Hee Do menelpon polisi memberi tahu seorang siswa akan tawuran dan menyrbukan lokaskinya.

Para siswa tersebut saling menyerang satu sama lain. Hee Do mempersiapkan dirinya kemudian membantu salah satu siswa yang di serang seorang pria, dengan memukulinya menggunakan paying seolah sedang berlatih anggar. Sementara para siswa hanya diam dan melihat Hee Do dan kabur saat polisi datang. Dan hal itu membuat rencana Hee Do gagal, yang seharusnya ikut melarikan diri. 

Hee Do megintip Yu Rim yang sedang berlatih melalui jendela, dan pergi dari saat saat hujan turun. Yu Rim berdiri di depan sekolah karena tidak membawa payung. Hee Do pergi ke atas gedung, menjatuhkan payung miliknya tepat di hadapan Yu Rim sereya jangan sampai kehujanan, pakai payung itu.

Yu Rim mengambil payung dan memakainya, mengucapkan terima kasih dan pergi. Tunggulah Yu Rim, aku sungguh akan pergi ke duniamu ucap Hee Do dengan bahagia kemudian pergi mengabaikan dirinya yang kehujanan.

Malam harinya, dengan merias wajahnya Hee Do pergi ke kelab dan sekarang sedang duduk di salah satu kursi seraya mengomel karena tidak ada polisi. Salah satu pekerja menarik Hee Do membawanya pergi kesalah satu ruangan dan pergi. Hee Do terbatuk setelah memasuki ruangan tersebut dan melihat Yi Jin yang juga berada di sana kemudian duduk di samping Yi Jin.

Yi Jin merebut minuman yang akan di berikan kepada Hee Do oleh temannya dan meminumnya kemudian berkata usir saja dia, jangan merusak suasana dibagikan alkoholnya. Keheningan terjadi di antara mereka, sebelum teman Yi Jin berkata kau jadi pelit sejak keluargamu bangkrut, jangan hiraukan itu karena aku yang akan traktir.

Yi Jin merebut minuman yang akan di minum Hee Do kemudian berdiri dan menarik Hee Ji berdiri, akan membawanya pergi tapi di hadang teman tersebut. Orang tersebut mengancam Yi Jin akan melaporkan polisi karena ada anak di bawah umur. Dengan marah Yi Jin memukul tombol alarm kebakaran, membuat semua pelanggan berlarian keluar dan menarik Hee Do pergi.

Yi Jin membawa Hee Do keluar dan menyuruhnya pulang. Hee Do memberi tahu kalau ia mau ditangkap polisi memberi tahu kalau itu rencananya agar pindah sekolah. Kau tahu kenapa hokum melindungi anak di bawah umu tanya Yi Jin kemudian berkata saat berbuat hal buruk, imajinasi orang dewasa dan anak di bawah umur bagaikan langit dan bumi.

Dengan mata berkaca-kaca, Hee Do bertanya lantas aku harus bagaimana, klub anggar ditutup tetapi aku sangat ingin terus beranggar. Yi Jin mengningat petengkaran Hee Do dan Jae Kyung saat mengantarkan koran kemudian berkata masa kini, bisa saja merenggut mimpimu, tak hanya mimpi, tetapi juga uan dan keluargamu hari ini bukan aku yang menghancurkan rencanamu tapi rencanamu salah sejak awal, maka itu gagal.

Yi Jin memberikan buku Full House jilid 11 kepada Hee Do seraya berkata ganti rugiku lunas dengan ini. Berapa usiamu tanya Hee Do. Usiaku 22 tahun jawab Yi Jin kemudian berkata rencanamu dalam melindungi mimpi, salah tetapi tekadmu benar karena aku hanya memikirkan hal yang sudah hilang dan kau memikirkan hal yang bisa kau raih.

Namun, keluargamu sungguh bangkrut tanya Hee Do. Ya, bangkrut total jawab Yi Jin kemudian bertanya siapa namamu. Hee Do jawabnya kemudian bertanya siapa namamu. Yi Jin menyebutkan namanya kemudian pergi setelah melihat Hee Do menjauh.

Hee Do memberi tahu Jae Kyung kalau ia ingin pindah sekolah dan tidak ingin berhenti beranggar. Jae Kyung melemparkan baju yang di kenakan Hee Do di kelab tadi malam seraya bertanya dari mana saja, dan di jawab ke kelab oleh Hee Do, membuatnya marah hingga merobek komik, membuangnya ke luar rumah dan memarahi Hee Do.

Ibu tak pernah melihatku bertanding sekali pun, setiap kalah bertanding dan pulang dengan sedih sendirian yang menghiburku komik itu, aku butuh keberanian lebih untuk bicara dengan Ibu daripada untuk ke kelab agar terpaksa pindah sekolah jadi begitulah Ibu di mataku karena ibu adalah orang yang tak ingin kuajak bicara sejak Ayah meninggal ucap Hee Do kemudian pergi.

Hee Do melihat komiknya dalam keadaan robek dan kusut, kemudian mengambil selembar kertasnya yang terjebur di air mancur. Dan sekarang Hee Do sedang menyetrika komiknya kemudian menjawab panggilan dari Yi Jin yang meminta untuk mengembalikannya. Dengan mengendap-endap, Hee Do pergi ke toko buku, mengembalikannya dan segera pergi.

Karena menyadari hal aneh dari Hee Do, Yi Jin memeriksa komik tersebut dan melihat komik yang di gambar Hee Do di salah satu halaman, kemudian memanggil Hee Do dan menghampirinya saat Hee Do menghentikan langkahnya, seraya bertanya kenapa bukunya seperti ini. Dengan menangis Hee Do berkata ibuku merobek komiknya jadi aku berniat mengembalikannya diam-diam dengan gambar yang kugambar tapi ketahuan olehmu kemudian pergi.

Hee Do menyapa Chan Mi kemudian berkata aku datang untuk memperlihatkan kemampuanku jadi lihat dan baru putuskan pantaskan aku masuk timmu seraya mengeluarkan pedang dari dalam tasnya. Chan Mi hanya diam kemudian melemparkan apel yang di makannya keatas, dan di tangkap Hee Do menggunakan pedangnya, berkata kamu lolos tes pertama.

Apakah kamu punya uang tanya Chan Mi kepada Hee Do yang duduk di depannya, kemudian mengambil koin milik Hee Do dan menyuruhnya menebak jumlah koinnya. Karena gagal menebak, membuat Hee Do gagal dalam tes kedua kemudian mengeluarkan barang-barang miliknya seraya berkata ku pertaruhkan semuanya jadi beri aku kesempatan terakhir.

Akhirnya Hee Do berhasil menebak koin di tangan Chan Mi. Kau lolos tes kedua jadi mulai minggu depan, bersekolahlah di SMA Tae Yang ucap Chan Mi menyuruh Hee Do meninggalkan barang-barangnya. Ternyata sebelumnya Jae Kyung menemui Chan Mi memintanya bantuannya untuk menerima Hee Do.

Hee Do keluar dari rumahnya kemudian menangkap Koran yang di lemparkan Yi Jin seraya berkata Baek Yi Jin, aku pindah sekolah hari ini, pindah ke SMA Tae Yang dan bisa terus beranggar, aku berhasil menikmati keuntungan umurku berkat dirimu, terima kasih. Ternyata Yi Jin menghentikan sepedanya, membuatnya mendengar ucapan Hee dan memberikan ucapan selamat kemudian kembali melajukan sepedanya.  

 

BERSAMBUNG……


Photo
















Facebook Twitter