Translate

Minggu, 07 Januari 2024

Sinopsis Money Heist: Korea - Joint Economic Area Episode 1

All Content From Netflix, tentangsinopsis




ddrama-queen.blogspot.com – Sinopsis Money Heist: Korea - Joint Economic Area Episode 1. Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cek episode selanjutnya. Selamat membaca...^^



“Penggemar grup K-Pop BTS disebut ARMY", mereka tersebar di seluruh dunia, di Korea Utara juga ada ARMY. Sejak kecil aku selalu diam-diam menonton drama dan mendengarkan K-Pop. Yang membedakanku dari ARMY lain adalah aku bergabung dengan tentara sungguhan. Sejak pemimpin kedua Korea dan AS bertemu di Panmunjom, harapan penyatuan Korea memudar seiring berjalannya waktu.”

Seorang wanita mendengarkan lagu DNA dari BTS dengan menggunakan earphone, membuatnya menari dan menghentikan tariannya saat melihat orang-ornag yang menatapnya. Para Tentara yang sedang berlatih menghentikan latihannya dan menonton berita yang sedang menayangkan mengenai pembangunan zona ekonomi bersama dan kedua Korea akan membentuk serikat ekonomi dengan menggunakan mata uang bersama.

TAHUN 2025

Para tentara dari Korea Utara sedang berada di dalam kereta, menuju Korea Selatan. Wanita tersebut pergi ke tempat orang yang investasi besar di Utara, tapi saat sampai ia melihat ruangannya yang kosong dan dalam keadaan berantakan. Woo Jin bekerja di restoran sebagai pelayan, setelahnya ia bekerja di kelab malam. Dan sekarang sedang memberikan uang hasil kerjanya kepada loan shark.

Orang-orang loan shark datang dengan membawa seorang wanita dalam keadaan penuh darah, memberi tahu loan shark kalau wanita tersebut hendak kabur tanpa membayar. Wanita tersebut melihatnya yang ternyata rekan kerjanya di restoran, kemudian menyerang loan shark. Wanita tersebut, mengambil pistol kemudian menembak ketiga orang tersebut kemudian menyuruh wanita tersebut mengambil semua uangnya dan pergi dari sana.

SATU TAHUN KEMUDIAN

Dengan mengenakan jas hujan, Woo Jin berjalan dan memalingkan wajahnya ketika ada orang yang lewat dan menghentikan langkahnya, melihat dirinya di berita yang tengah menjadi buronan polisi kemudian kembali berjalan. Professor turun dari mobil dan berjalan memasuki stasiun, melihat darah yang berada di sakelar lampu. Wanita tersebut, bersandar di sebuah ruko, melihat tangannya yang berdarah.

Wanita tersebut mengelapkan tangannya yang berdarah pada jas hujannya kemudian mengambil pistol yang berada di sakunya, mengecek pelurunya dan meletakkan pistolnya di dahinya. Professor berjalan mendekati wanita tersebut, menanyakan keadaannya kemudian berkata kau pencuri yang hanya menargetkan orang-orang jahat. Karena terkejut orang tersebut, menodongkan pistol seraya bertanya siapa kamu. Aku punya rencana besar, dan aku ingin kau bergabung denganku ucap Professor.

Professor beserta para orang-orangnya yang bergabung sedang berjalan bersama menuju bangunan yang di jadikan markas. Professor menyuruh yang lainnya untuk berbicara secara informal dan memanggil satu sama lain dengan menggunakan nama panggilan sebagai ganti nama asli yaitu nama kota. Setelahnya para anggota memilih nama sesuai kota yang di inginkan.

Rio/Brazil mempunyai kemampuan meretas computer dan jaringan. 

Denver/USA adalah mantan petarung. Moskow adalah penambang dan ahli menggali. 

Nairobi/Afrika, ahli pemalsuan dan mengaku terlibat kejahatan besar. 

Helsinki dan Oslo adalah preman dari Yanbian, membunuh seluruh komplotan itu sebelum pergi. 

Berlin mempunyai kemampuan membuat orang lain gugup. Berlin, berasal dari Kamp Kaechon di Utara yang sangat kejam. Terakhir wanita tersebut memilih Tokyo.

Setelah semuanya selesai memilih kota, Professor kembali berdiri seraya berkata kita akan melakukan pencurian uang terbesar dalam sejarah, saat Utara membuka akses ekonominya, seluruh rakyat Korea diberi harapan dan kita akan mengambil empat triliun won dan menghilang tanpa ada yang terluka atau mati. Di mana kita menemukan uang sebanyak itu tanya Nairobi. Seraya memperlihatkan sebuah bangunan, professor berkata target kita adalah tempat ini.

LIMA BULAN KEMUDIAN - PERCETAKAN UANG KOREA BERSATU ZONA EKONOMI BERSAMA (ZEB)

Sebelum memasuki bank, para pekerja harus melakukan pemeriksaan keamanan. Young Min sedang berjalan melihat para pekerja yang sedang bekerja seraya mendengarkan ucapan wakilnya. Kementerian Unifikasi telah meminta untuk menyelesaikan detail koin peringatan untuk KTT Antar-Korea mendatang jadi kami butuh persetujuanmu sebelum pukul tiga ucap wakil Direktur.

Guru perjalanan lapangan bersama dengan murid-muridnya sedang berada di bank, menjelaskan mengenai gedungnya setelahnya mereka semua masuk kedalam. Dengan mengenakan pakai yang sama dengan para muri, Nairobi dan Tokyo bersembunyi di balik pohon, mengabari yang rekannya kalau orang-orang tersebut sudah masuk. Di sisi lain, semua orang yang berada di dalam bus, sedang mempersiapkan senjatanya dan mengenakan topeng.

Melalui Drone yang di terbangkannya, Rio melihat video sebuah truk yang membawa uangnya, menghubungi rekannya memberi tahu kalau target 500 meter di depan dan menyuruh untuk bersiap kemudian menekan tombol membuat barikade yang berada di jalan muncul. Polisi yang sedang mengawal turk tersebut menghentikan mobilnya dan segera melepaskan interkomnya setelah terdengar bunyi nyaring.

Setelah sampai, salah satu Tim Professor menghentikan busnya kemudian keluar dengan membawa senapan dan menembakkan ke segala arah, membuat para polisi ketakutan dan keluar dari mobil. Tim Professor menyuruh kedua polisi tiarap dan mengambil semua senjata yang di bawanya. Tim Professor yang lainnya juga keluar dari bus, menodongkan senjata kepada sopir truk. Para Tim Professor menyandara petugas dan berganti pakaian dengan pakaian petugas, setelahnya mereka mengendrai mobilnya dan pergi dari sana.

Para siswa sedang berjalan menelusuri bank dengan mendengarkan pemandu yang sedang menjelaskan. Di saat semua siswa akan kembali, Anna Kim memisahkan diri dari mereka dan pergi ke toilet. Berlin menghentikan mobilnya saat sampai di bank. Petugas keamanan menghentikannya, menyuruh menunjukkan kartu identitasnya. Rio meretas computer Direktur, untuk memasukkan identitas Berlin dan mengabari kalau ia berhasil. Berlin memberikan kartu identitasnya kepada petugas.

Setelah memeriksa identitasnya petugas tersebut menyuruhnya masuk. Di dalam bank, Tokyo dan Nairobi tengah di periksa oleh petugas sebelum masuk kedalam tapi mereka berdua ketahuan, membuatnya mengeluarkan senjatanya dan menembak ke segala arah. Para Tim Professor lainnya, memasuki semua ruangan yang berada didalam bank, menembakkan senjata apinya ke segala arah membuat orang-orang ketakutan.

Para Tim Professor membawa para siswa dan petugas yang bekerja di bank keluar dan mengumpulkannya di lobi dengan mata yang tertutup oleh kain. Karena tidak menemukan Anna Kim, Tokyo mencarinya, setelah menemykannya ia segera menyuruhnya keluar dan membawanya bergabung dengan yang lainnya. Para Tim Professor melepaskan topeng yang di kenakannya kemudian menyuruh orag-orang mengeluarkan ponselnya dan menyerahkan kartu identitasnya.

Di ruang penyimpanan uang, Moscow, Denver dan Rio tengah berusaha membobol brankas. Setelah berhasil, Moscow membuka pintu brankasnya, dan melihat tumpukan uang di dalamnya. Para Tim mengambil semua uangnya, Berlin mengabari Professor yang berada di markas, kalau akan keluar, setelahnya para Tim bersiap dengan senjatanya tengah berdiri di depan pintu yang sudah terbuka dan memakai topengnya saat para polisi tiba.

Para Tim segera menembakkan senjatanya kesegala arah. Paa polisi keluar dari mobilnya dan membalas menembaki dengan mengenakan pistol. Para Tim segera bersembunyi di belakang dinding kecuali Rio yang terkena tembakan dari polisi membuatnya tergeletak di lantai kemudian membalas menembaki polisi. Tokyo melemparkan granat asap kearah polisi dan kembali menembakkan sejata, sementara Tim lainnya membawa Rio ke memasuki bank dan segera menutup pintu utama.

“Begitu berita perampokan ini menyebar, para pejabat Korea Selatan menghubungi Korea Utara, untuk membahas penyelesaian situasi ini dan kedua negara sepakat untuk menempatkan Kepala Polisi ZEB sebagai kepala Satuan Tugas Gabungan, antara polisi Utara dan Selatan. Semenanjung Korea, Negara yang terbagi ini akan segera bersatu. Saat sesuatu terjadi di dalam zona unik yang disebut ZEB, bukan hanya negara tetangga tapi seluruh dunia akan fokus pada Korea.”

Berlin menyuruh semua orang membuka penutup matanya dan mengajaknya bekerja sama, setelahnya Para Tim memberikan baju merah yang sama dengan yang di pakainya, kepada semua orang. Rio sedang meretas computer di ruangan Direktur, sementara Berlin mengubungi Professor. Maka kalian tahu apa langkah selanjutnya ucap Professor.

Dengan menaiki mobilnya, Woo Jin mengendarainya menuju Bank dan segera turun setelah sampai, berjalan mendekati Chang Su menanyakan cara mereka masuk. Sepertinya mereka membajak truk uang kertas, kami melacak CCTV dan menemukan bagian yang tidak aktif, sepertinya mereka memanfaatkan itu ucap Chang Su kemudian membawa Woo Jin masuk kedalam.

TIGA JAM SETELAH PERAMPOKAN

Kapten Cha Moohyuk, dari Kementerian Keamanan Negara Korea Utara ucapnya kepada Woo Jin yang datang. Aku Seon Woojin dari tim negosiasi Badan Kepolisian Korea Selatan ucap Woo Jin memperkenalkan dirinya kemudian berkata kami melakukan negosiasi jadi lihat dan pelajarilah, bagaimana negara normal yang menjunjung tinggi HAM menangani situasi seperti ini. Mari kita lihat caramu mengatasi ini ucap Cha Moohyuk. Chang Su memberi tahu Woo Jin kalau koneksinya sudah siap.

Berlin mendapatkan telepon dari Woo Jin dan Rio menghubungkan teleponnya dengan Professor. Setelah teleponnya di angkat, Woo Jin menyapa Professor dan menyuruhnya menggunakan suara asli. Aku sengaja mengubahnya dengan aplikasi ponsel tapi itu tidak penting, karena kami akan pergi menggunakan helicopter ucap Professor. Kau ingin helicopter, untuk berapa orang tanya Woo Jin.  Kami hanya ingin mendapatkan uang dan lari tapi berkat kalian, kami terjebak di sini ucap Professor.

Tapi itu sebagian salah kalian, karena percetakan uang ini terletak di perbatasan Korea, semua jadi rumit, aku akan mencoba membantumu keluar dari situasi ini, sebagai gantinya bebaskan para murid ucap Woo Jin. Karena kami hanya berempat jadi akan kupikirkan lagi ucap Woo Jin kemudian menutup teleponnya. Meski kami tak dapat mengembalikan suara, dia berusia pertengahan empat puluh dan dari aksen bicaranya, dia orang Korea Selatan ucap seorang saat Woo Jin menanyakan analisisnya.

SEBELAS JAM SETELAH PERAMPOKAN

Woo Jin memberi tahu Dongchul kalau perampok tersebut berjumlah 4 orang kemudian kembali masuk kedalam markas saat melihat tentara yang berdatangan dengan membawa senjata. Apa yang kau lakukan tanya Woo Jin kepada Chang Su. Mereka hanya berempat jadi kita percepat saja ucap Chang Su kemudian menyuruh Woo Jin pulang. Dan khasus tersebut di ambil alih oleh orang Utara. Para tentara berpencar di seluruh gedung dan segera menuju tempatnya masing-masing. Woo Jin pergi ke rumah Sunho dan ternyata Sunho adalah Professor.

Sebelumnya, Porfessor menjelaskan kepada para Tim kalau kedua Korea akan membentuk unit bersama dan setiap Negara akan mengirimkan ahlinya, Utara mungkin akan mengirim orang dari Unit Operasi Khusus. Ini seperti perang saraf ucap Berlin. Benar, karena itu penting untuk siapa yang akan bertanggung jawab jadi aku berniat menggunakan aspek itu ucap Professor, jadi langkah pertama untuk memenangkan pertempuran adalah memilih lawan dengan bijak.

Kau akan memilih negosiator tanya Nairobi. Tapi Utara selalu merahasiakannya, bagaimana kita tahu siapa yang mereka kirim tanya Helsinki. Kita tahu siapa yang dikirim oleh Selatan ucap Professor kemudian menunjukkan foto Woo Jin dan kembali berkata dia akan menjadi lawan kita jadi aku membuatnya membantu rencana kita tanpa dia sadari.

Professor mengabari para Tim, memberi tahu kalau mereka akan segera berangkat dan menyuruhnya untuk melakukan seperti rencana. Para tentara mengepung pintu masuk. Dengan segera para Tim memakai topengnya dan memposisikan senjatanya. Salah satu tentara membuat lubang kemudian memasukkan kamera pengintai, membuat Moohyuk melihat para Tim Professor yang sedang berdiri di depan pintu masuk.

Orang-orang yang berada didalam markas, melihat Anna Kim yang sedang melakukan siaran langsung yang memberi tahu kalau para perampok dan para sandera memakai pakaian yang sama, menyuruh para tentara untuk terus bernegosiasi. Setelah menjawab telepon, Chang Su memberi tahu Moonhyuk kalau wanita tersebut adalah putri dari duta besar AS. Setelah mendapat instruksi dari Moonhyuk yang menyuruh mundur, para tentara segera pergi dari sana.

Setelah Woo Jin pergi, Professor kembali ke ruangannya, mengabari yang lainnya untuk memulai langkah selanjutnya. Ternyata rencana Professor bukan untuk mencuri uang melainkan mencetak uang sendiri. Dan sekarang para Tim tengah mencetak uangnya dengan menggunakan mesin yang berada di dalam bank.

“Jadi kita akan mencetak empat triliun, yang bukan milik siapa pun dan tidak bisa dilacak, kemudian kita akan menghilang dan perampokan ini akan tercatat dalam sejarah sebagai kejahatan revolusioner.”

 

BERSAMBUNG……
Facebook Twitter