Translate

Minggu, 07 Januari 2024

Sinopsis Money Heist: Korea - Joint Economic Area Episode 2

All Content From Netflix, tentangsinopsis 



ddrama-queen.blogspot.com – Sinopsis Money Heist: Korea - Joint Economic Area Episode 2. Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cek episode sebelumnya dan klik di tulisan yang ini untuk menemukan episode selanjutnya. Selamat membaca...^^


Berlin kecil sedang berenang, menyebrangi sungai Yalu bersama dengan ibunya. Sang ibu menyuruh Berlin untuk menyelam saat ketahuan oleh petugas perbatasan. Para petugas segera menembaki mereka berdua, membuat ibu Berlin tertembak. Para pekerja paksa, memukuli Berlin yang tengah meringkuk di tanah. Berlin mengambil sekop di sampingnya kemudian memukuli salah satu pekerja. Petugas datang dan memukul Berlin menggunakan senjata dan menyeret, membawanya ke penjara dan mengurungnya.

25 TAHUN KEMUDIAN

Berlin keluar dari penjara, melihat para pekerja yang tengah menyerang para petugas kemudian berjalan mendekati petugas tersebut yang tengah di tahan pekerja dan berkata aku akan merindukan bau tempat ini. Setelahnya para pekerja menembak petugas tersebut. Sementara Berlin dan para pengikutnya pergi dari sana, meninggalkan para pekerja yang sedang bersorak.

15 JAM SETELAH PERAMPOKAN

Bagian produksi sedang bekerja tanpa henti dan sandera yang lainnya bergiliran bekerja jadi mereka tak akan merasa cemas ucap Denver saat Professor menanyakan keadaan. Saat ini, mengendalikan sandera adalah yang terpenting jadi para sandera harus percaya bahwa mereka akan aman selama mau bekerja sama ucap Professor. Di lobi, para Sandera tengah tertidur di lantai. Profesor, segala hal tentangmu sudah bagus tapi kau terlalu naif ucap Berlin yang melihat para sandera dari lantai atas.

Woo Jin memasuki markas kemudian berkata kepada yang lainnya, mulai sekarang aku akan bertanggung jawab dalam membuat semua keputusan negosiasi, mulai dari menugaskan Unit Operasi Khusus hingga setiap informasi untuk pers. Moonhyuk memberikan dokumen kepada Woo Jin seraya berkata ringkasan informasi dari operasi kemarin. Setelahnya Woo Jin menyimpulkan situasinya.

Professor mematikan TV yang sedang menanyangkan berita penyanderaan kemudian menjawab telepon dari Woo Jin dan menanyakan kepadanya tentang topik pribadi yang sangat intim. Sekarang aku yang mengambil alih jadi tak akan ada yang menipumu lagi ucap Woo Jin yang tengah membicarakan kejujuran. Prioritasnya adalah kita saling mengenal dan membangun kepercayaan dari awal ucap Professor kemudian mengakhiri teleponnya.

Dia cukup ahli dalam bernegosiasi, dia akan segera mengajukan permintaan karena mereka akan berpikir cara melarikan diri, tapi akan susah melintasi perbatasan jadi akan menjadi cemas ucap Woo Jin kepada yang lainnya. Bagaimana jika ini bisa memengaruhi KTT antar Korea tanya Chang Su. Pihak yang terburu-buru akan kalah jadi kita akan mengulur sedikit waktu ucap Woo Jin. Bukan Tugas Gabungan yang mengulur waktu tapi Tim Professor.

Di dalam bank, sebagian orang sedang mencetak uang dengan di awasi oleh Nairobi dan sebagian orangnya lagi tengah menggali tanah dengan di awasi oleh Moscow dan Denver. Karena Young Min tidak melakukan pekerjaannya dengan benar, Moscow memberikan contoh menggali kepadanya. Young Min meolak melakukan pekerjaannya karena ia seorang Direktur. Karena emosi, Denver memarahi Young Min.

Berlin datang, menghentikan keributan tersebut kemudian mengajak Denver berbicara. Kau tahu, terpancing oleh emosi bisa menjadi kelemahanmu dan kau adalah petarung, seharusnya kau tahu itu ucap Berlin. Denver memberi tahu kalau ia khawatir apakah bisa keluar dari bank dengan selamat atau tidak. Jangan khawatir karena aku tidak asal mengambil pekerjaan jadi lakukanlah pekerjaanmu dan rencana ini akan berhasil ucap Berlin kemudian pergi.

Di luar, Young Min merencanakan akan menghubungi polisi dan memberi tahu semua rencana para Tim Professor kemudian menyuruh salah satu untuk menjadi pengorbanan. Karena mendengar keributan, Moscow dan Denver keluar, melihat salah satu sandera terluka. Dengan segera Moscow menyuruh Denver mengambil kotak P3K. Dengan diam-diam, Young Min pergi dari sana degann mengikuti Denver kemudian bersembunyi saat melihat Tokyo.

Dengan membawa senjatanya, Tokyo mengecek kemudian menodongkan senjatanya di kepala Young Min kemudian membawanya menemui Berlin. Denver datang bersama orang yang terluka tadi. Berlin menyuruh para Tim mengumpulkan semua sanderanya. Dan sekarang semua sandera berkumpul dengan Berlin menyuruh para sandera untuk orang Korea Utara berdiri di sebelah kanan dan orang Korea Selatan di sebelah kiri.

Dengan segera para sandera bertukar posisi, sesuai yang di instruksikan oleh Berlin. Aku tidak keduanya ucap Anna Kim. Kau dibebaskan ucap Berlin kemudian menyuruh Rio untuk mengurung dan mengawasinya. Kami akan terus memperlakukan kalian secara manusiawi tapi kami akan menghukum jika ada yang tak patuh, jika orang Selatan bersalah maka orang Utara akan dihukum begitupun dengan orang Utara ucap Berlin kemudian pergi dari sana.

Tokyo hanya diam dengan keadaan di depannya, mengingat ucapan Professor yang memberi tahu cara mengatasi saat situasi sulit terjadi. Dan sekarang, Tokyo tengah berbicara dengan Berlin. Aku hanya membagi mereka jadi Utara dan Selatan ucap Berlin. Tokyo meletakkan senjatanya di meja dengan kasar kemudian mendekati Berlin seraya berkata kau menikmati permainan yang biasa kau mainkan di Utara jadi sadarlah, ini bukan kamp penjara. Katamu kita akan aman jika ikuti ucapan Profesor, aku juga berharap itu benar ucap Berlin.

Hanya ada beberapa tim penembak jitu di tempat pengawasan, sisanya sedang siaga ucap Moonhyuk kepada Woo Jin. Apa yang kita dapat tanya Woo Jin kepada sersan.  Tidak ada frekuensi radio dan perangkat komunikasi yang terdeteksi juga semua jaringan CCTV dimatikan jawab sersan tersebut. Woo Jin menyuruh semua orang mematikan ponsel dan mengunakan HT. setelahnya semua orang mematikan ponselnya.

Di bank semua Tim dan sandera tengah makan, sementara Berlin mengawasi mereka semua dari atas. Para polisi yang mengawasi di depan bank, membawa para reporter dan warga sipil keluar dari area jangkauan sinyal. Seberapa sempurna rencananya, seiring berjalannya waktu kelemahan pasti akan muncul, para sandera dapat memiliki perilaku yang tak terduga atau para perampok dapat memiliki konflik internal jadi kita akan menangkap kesempatan itu ucap Woo Jin kepada yang lainnya.

Young Min mendekati Misun kemudian menyuruhnya untuk mengambil arloji dilacinya. Denver mendekati mereka berdua kemudian membawa Misun pergi ke ruangan yang sama di tempati oleh Anna Kim karena Young Min memberi tahu kalau Misun tengah hamil. Anna Kim memberi tahu Misun kalau ruangan ini diawasi dan menanyakan rencananya. Melihat Anna Kim yang melambaikan tangannya, Rio pergi ke ruangan tersebut. Dan mengantar Anna Kim pergi ke toilet.

Setelah mereka pergi, Misun segera pergi ke ruangan Young Min dan mengambil jam tangannya. Ana Kim keluar dari kamar mandi, mengambil rokok milik Rio kemudian membuangnya dan mendorong Rio kebelakang dan menciumnya. Diam-diam Anna Kim mengambil senapan dan menodongkannya kepada Rio. Di markas terdapat sinyal terdeteksi dan itu berasal dari Misun. Dengan marah, Rio meletakkan senapan di dadanya, menyuruh Anna Kim menembaknya.

Anna menekan pelatuknya tapi tidak terjadi apa-apa, karena Anna Kim belum memasukkan pelurunya. Rio merebut senapannya dan menyuruh Anna Kim tiarap, melarangnya melewati batas. Misun segera menyembunyikan jamnya, saat Denver datang dan memberi tahu kalau ia lapar, sedang mencari makanan untuk di makan. Denver mengeluarkan camilan yang di bawanya, menyuruh Misun memakannya.

Sersan memberi tahu Woo Jin kalau arloji tersebut milik Young Min. Woo Jin menelepon Professor dan bertanya ada apa dengan ponsel para sandera, apa kau menyita dan mematikannya. Jangan khawatir, meski ini bukan hotel bintang lima tapi semua orang dirawat dengan baik ucap Professor kemudian mematikan teleponnya. Mereka belum menyadarinya jadi situasi ini menguntungkan kita ucap Woo Jin kemudian bertanya bagaimana cara menghubungi tanpa ketahuan saat arloji itu menyala.

Karena mereka sulit bicara, kita dapat mengirim tautan lewat pesan, saat mereka membukanya maka kita bisa meretas ucap Sersan. Lalu kita bisa mendengar seluruh percakapan mereka ucap Woo Jin seraya menyuruh yang lainnya untuk bersiap. Olso kembali bersama dengan para pekerja dan menyuruh yang lainnya untuk bergantian. Saat menyusun strategi, Professor tanpa sengaja menjatuhkan miniatur bangunan kemudian menelepon para Tim. Rio menjawab telepon dari Professor memberi tahu kalau Berlin sedang inspeksi.

28 JAM SETELAH PERAMPOKAN

Woo Jin membaca pesan dari Professor kemudian pergi kerumahnya. Seraya membuat makanan, Professor bertanya jika kau tiba-tiba sibuk, apa sesuatu yang buruk terjadi. Tidak, sebaliknya, kupikir kami mungkin bisa memecahkannya tapi aku tidak bisa mengatakannya karena alasan keamanan ucap Woo Jin. Setelah makanannya siap, Professor memberikannya kepada Woo Jin kemudian pergi karena Woo Jin mendapat telepon.

Begitu mereka menyalakannya dan mengeklik tautan yang kita kirim, alat peretas akan memulai ulang perangkat, arloji itu punya kamera jadi kita bisa merekam video ucap Sersan. Woo Jin melihat pantulan Professor yang sedang menguping kemudian mematikan teleponnya dan bertanya kepada professor setelah kembali, kenapa kau menguping panggilanku. Preofessor memberikan alasan yang dapat di terima, membuat Woo Jin pergi.

Professor menelepon Tim, memberi tahu kalau salah satu sandera punya arloji pintar dan coba menghubungi polisi. Setelahnya para sandera berkumpul di lobi, sesuai yang di instruksikan oleh Berlin. Professor mengawasi mereka melalui rekaman CCTV. Berlin datang tengah menuruni tangga berbicara mengenai hukuman saat berada di kamp penjara. Diam-diam Young Min membuka pesan yang berada di arloji kemudian membuka link yang di kirimkan oleh tim gabungan.

Sersan segera meretas sistemnya, membuat para tim gabungan mendengar semua ucapan yang terjadi di dalam bank. Young Min memberikan arlojinya kepada Misun kemudian berjalan mendekati Berlin yang memanggilnya. Misun menyembunyikan arlojinya di dalam bajunya. Berlin memberikan alat scanner kepada Young Min untuk menemukan orang yang membawa perangkat itu. Young Min mengambilnya kemudian menyecan semua orang satu persatu dan scanner tersebut berbunyi saat memeriksa Misun.

Berlin menemukan arloji yang terjatuh di samping Misun kemudian mengambil dan menginjak-injak arlojinya yang di banting di lantai. Membuat jaringan/koneksi di markas tim gabungan terputus. Dengan segera Woo Jin menjawab telepon yang masuk dari Professor. Arloji pintar, katamu kita harus saling percaya dan bernegosiasi tapi kenapa kau lakukan ini tanya Professor.

Kau pasti mengerti, jika mereka terluka karena hal ini maka negosiasi akan menjadi sulit ucap Woo Jin. Itu adalah yang ingin kukatakan, aku akan melepaskannya kali ini dan tak ada kesempatan kedua ucap Professor kemudian menutup teleponnya. Ini video yang diambil sebelum arloji dihancurkan ucap Sersan, setelahnya mereka menyaksikan video tersebut.

Setelah merusak arlojinya, Berlin membawa Misun maju kemudian menyuruh rekannya untuk mengeksekusinya. Denver membawa Berlin menjauh memberi tahu kalau Misun tengah hamil. Sudah kubilang, jangan terbawa oleh perasaan pribadi ucap Berlin kemudian memberikan pistol dan menyuruh Denver untuk melakukannya. Denver menerima pistolnya kemudian membawa Misun pergi.

Professor yang melihat kejadian tersebut menelepon Tim. Berlin menyuruh para Tim untuk mengabaikan teleponnya kemudian mengambil arlojinya dan menanyakan milik siapa. Direktur pelakunya, wanita itu tak bersalah ucap salah satu dari mereka. Misun menangis ketakutan saat Denver menodongkan pistol di depan kepalanya. Di lain tempat, Moscow masih melakukan tuganya yaitu menggali lubang dan Nairobi tengah mengawasi sandera yang tengah membuat uang.

Rio menemui Tokyo dan Nairobi, memberi tahu kalau dalam masalah. Young Min memohon kepada Berlin untuk tidak membunuhnya. Semua orang menundukkan kepalanya saat mendengar bunyi tembakan, termasuk Tokyo. Aku tahu kaulah yang melakukan semua ini tapi aku tidak akan menghukummu sama sekali karena itu adalah hukumanmu ucap Berlin kepada Young Min.


BERSAMBUNG……

Facebook Twitter