Translate

Selasa, 17 Agustus 2021

Sinopsis Sweet Teeth episode 1

 

All content from iQiyi



Penulis: Anysti

Sinopsis lengkap: Sinopsis lengkap Sweet Teeth

Sebelumnya: Sinopsis Sweet Teeth

Selanjutnya: Sinopsis Sweet Teeth episode 2







Zengli, seorang gadis berusia 26 tahun. Sudah 8 tahun ini ia belajar dan bekerja di universitas Donghu. Ia menyukai hal yang sederhana dan menarik. Setiap ia membaca sebuah buku ia merasa seperti sedang bicara dengan satu jiwa yang menarik. 


Buku-buku membawanya menelusuri dunia ajaib dan nggak dikenal yang nggak dapat ia alami sendiri. Tapi kadang ia juga melakukan kesalahan. Tapi asal ia bisa bersama buku ia merasa sangat aman. 


Suatu hari Zengli sedang bersama temannya melihat daftar urutan pria terpopuler di universitas Donghu. Yang berada di urutan pertama adalah seorang dosen bernama Ai Jingchu. Ketampanannya bahkan mengalahkan sekumpulan pria kelahiran 2000-an. 


Keduanya asik menggosip sampai bilang namanya seperti merek pakaian dalam. Nah loh orangnya malah datang. Zengli yang sedang minum kopi sampai nyembur saking kagetnya. 


Dosen Ai melindungi diri pakai buku yang mau dipinjamnya. Zengli mengambilnya dan membersihkannya. 





Yiyi, si pakar cinta  sedang di kafe, ngasih nasehat ke karyawannya. Dia habis putus cinta dan minta ijin. Zengli nggak papa dan menggantikannya. 


Wu Ying, seorang dokter IGD datang ke Carol's. Dia langsung tiduran di sofa menceritakan kejadian saat ia jaga malam semalam. Sekumpulan pria mabuk terluka. Setelah ia selesai menjahit salah satunya malah menggenggam tangannya dan memanggilnya ibu. 


Mereka lalu membicarakan hubungan percintaan Dou Dou yang lagi patah hati. Dia putus dari pacarnya Ai Jingchu. Hehe Zengli langsung nyembur dengar nama itu lagi. 


Wu Ying yang mengenalnya dari jaman kuliah tahu betul kalo dia disukai sama banyak gadis tapi menurutnya biasa aja. 






Habis dari kafe, Zengli lalu pulang ke rumah. Ada aroma aneh. Rupanya ibu datang lagi. Dia masak sup daging babi seperti sebelumnya. Lah kok pakaian ibu kayak wanita di drama. 


Ibu ngomel gegara Zengli nggak memakan sup-nya  yang terakhir kali. Di sentuh aja enggak. 


Setelah masakannya jadi mereka lalu makan bersama. Ibu ngomel lagi. Kali ini ngomel soal Zengli yang juga nggak dapat jodoh. Apa dewa jodoh saat menarik benang merah kelupaan nulis namanya Zengli jadi sampai sekarang dia masih belum dapat pacar. Padahal usianya sudah 25 ..eh 26 tahun. Kalo dia nggak juga dapat pacar maka dia nggak akan bisa bersaing sama wanita umur dua puluhan. 


Zengli malas dengar omelan ibu. Ia makan apel sambil membaca buku. Ibu memperhatikannya. Dia nggak terlalu tua. Kulitnya bagus. Badannya juga. Dua juga cantik. Tapi kenapa nggak juga ketemu pacar? Akhirnya ibu menemukan masalahnya. Gigi. 





Gegara ingin Zengli segera punya pacar, Ibu pun membawanya ke dokter gigi untuk merapikan giginya. Zengli sebenarnya nggak mau tapi ibu menariknya paksa. 


Di sana ia melihat Dou Dou sedang bicara sama Ai Jingchu. Dou Dou nangis. Ami Jingchu mengembalikan barang-barangnya dan menyuruhnya pulang. 


Setelahnya Ai Jingchu kembali ke ruangannya. Ternyata Dou Dou adalah pacar juniornya. Dia diminta mengembalikan itu ke Dou Dou. Jingchu sebenarnya menyuruh juniornya itu untuk segera menyelesaikan masalahnya tapi orangnya malah iya iya doang jawabnya. 




Di tempatnya dokter gigi, dokternya menyarankan agar gigi gerahamnya Zengli dicabut. Ih Zengli jadi takut. Mau pasang kawat gigi aja sampai cabut gigi segala. 


Dokternya bilang nggak ada ruang di mulut Zengli jadi terpaksa mencabut beberapa gigi gerahamnya. 


Dih ibu minta giginya dicabut sekarang tapi dokternya nggak bisa. Jadwalnya padat. Bisanya besok. Zengli akan datang sendiri dan nyuruh ibu untuk pulang tapi ibu nggak mau. Dia takut Zengli nggak datang makanya dia harus memastikan sendiri dan datang sama Zengli. 



Yiyi sedang menjalani pemotretan. 


Zengli yang habis dari dokter gigi mengeluh ke grup sama Yiyi dan Wu Ying tentang ibunya yang membawanya ke dokter gigi. Yiyi setuju dengan tindakan ibunya. Ia juga merasa aneh kalo lihat Zengli tersenyum. 


Selain itu Zengli juga cerita sempat lihat Dou Dou dibikin nangis sama Ai Jingchu. 



Eh habis itu ada seorang nenek yang menghalangi jalan Zengli. Tahu-tahu nenek itu duduk dan mengeluh kakinya sakit gegara ditabrak sama Zengli. Lah Zengli nggak nabrak juga. Dia lalu tahu kalo nenek cuman mau menipunya. 


Nenek minta uang 300 Yuan sambil menahan kaki Zengli. Lah Zengli yang nggak punya uang nggak mau ngasih. Dia mengancam mau membawa nenek ke rumah sakit atau kantor polisi. Si nenek malah jadi sakit jantung setelahnya. 


Zengli pikir dia cuman pura-pura tapi habis itu pingsan dan nggak bangun-bangun lagi. 







Lah Zengli bingung. Dia melakukan CPR ke nenek tapi nggak ngaruh sama sekali. Orang-orang mulai berkerumun. Selembar daun kering jatuh menimpa kepala Zengli. 


Seseorang mendorongnya ke samping lalu menolong si nenek. Ternyata dia adalah Ai Jingchu. Dia ngasih pertolongan ke nenek dan nyuruh Zengli buat nelpon ambulans. 


Nggak lama kemudian ambulans datang dan si nenek dievakuasi. Darah tingginya kambuh, jadi pernapasannya berhenti sesaat. Ia sudah memberikan satu tablet nifedipin. Dan untuk berjaga-jaga ia akan ikut dengan mereka. 


Jingchu berterima kasih atas pertolongan yang dikasih Zengli tapi ia harus belajar lagi untuk melakukan CPR. Tahu-tahu Jingchu mengulurkan tangannya ke kepala Zengli. Zengli dah panik aja nggak tahunya cuman mau ngambil daun di rambutnya. 


Nenek yang sudah sadar menunjuk Zengli dan bilang kalo Zengli yang sudah menabraknya. Zengli membantah tapi orang-orang bilang iya. Mereka juga bilang kalo Zengli bertengkar sama nenek itu. 





Sampai di rumah sakit sementara nenek diperiksa, Jingchu ngasih tagihan rumah sakit ke Zengli dan menyuruhnya untuk membayarnya karena Zengli yang sudah menabrak si nenek. Selain itu dia juga harus minta maaf sama si nenek. 


Zengli kekeuh bilang nggak salah tapi Jingchu nggak mau dengar. 


Ying keluar setelah meriksa si nenek. Ia memberitahukan kondisi si nenek yang harus di rawat paling enggak sehari. 


Jingchu menyalahkan Zengli atas apa yang terjadi pada si nenek. Keluarganya juga menolak datang. Zengli geram banget. Dia pingin memaki Jingchu tapi nggak bisa dan akhirnya pergi untuk membayar tagihan   


Setelah Zengli pergi, Ying memberitahukan yang sebenarnya pada Jingchu kalo nenek itu memang penipu. Dia sudah langganan datang ke IGD. Biasanya korbannya langsung ngasih uang karena nggak mau repot. Tapi nggak tahu kenapa kali ini sampai darah tingginya kambuh. 


Jingchu yang merasa bersalah minta Ying untuk ngasih tagihan lainnya padanya. Dia yang akan membayarnya. 






Zengli kembali. Dia ngasih tagihan yang sudah dibayarnya ke Jingchu. Ia sudah membayarnya tapi ia nggak mau minta maaf dan melihat wajah Jingchu lagi. 


Jingchu santai. Lah sekarang sedang lihat. Zengli langsung kerem dan jalan meninggalkan Jingchu. Lah sampai nabrak perawat 🤦🤦🤦






Zengli pulang sambil ngedumel. Sial banget hari ini. Lah sialnya nambah. Dia menginjak kotoran anjing, ketinggalan bus, kehujanan, saat berteduh di kalte malah dipanggil bibi sama pelajar SMA. Kurang sial lagi kartu busnya jatuh. Ia mau mengambilnya tapi susah. 


Tahu-tahu Jingchu datang memayunginya. Dia mau minta maaf karena menyalahkan Zengli tadi. Zengli memaafkan karena Jingchu sudah repot-repot datang. 


Enggak kok. Dia cuman kebetulan lewat. Zengli melihat mobilnya Jingchu. Ngiranya mau dikasih tumpangan tapi Jingchu bilang mereka berlawanan arah. Ternyata dia cuman mau ngasih payungnya ke Zengli. Lah dari mana dia tahu kalo rumahnya berlawanan arah??🤔🤔




Esok harinya Zengli datang lagi ke rumah sakit sama ibu. Hadeuh dokter yang kemarin malah nggak ada. Dia sedang dirawat karena jantung koroner. Lah dokter juga bisa sakit. 


Perawat menyarankan agar mereka ganti dokter. Pilihannya ada dua. Dokter residen Xu Heng Heng atau dokter Ai Jingchu. Ibu pilih dokter Ai Jingchu tapi Zengli malah milih dokter residen. 






Akhirnya tiba giliran Zengli. Sesuai jadwal ia akan menjalani cabut gigi. Setelah disterilkan, Zengli dikasih anastesi baru setelah giginya dicabut. Beberapa saat kemudian dokter Heng Heng mencabut giginya. Lah dia nangis karena masih sakit. 


Dih dokternya panik. Dia ninggalin Zebgli. Nggak lama setelah itu datang dokter lain. Ternyata dia Jingchu. Dia dengan tanggap mengetahui kalo Zengli kebal anastesi. Dia minta diambilkan artikain. Dia mengambil tisu dan membersihkan air mata Zengli sambil menenangkannya. 


Penanganan selanjutnya diambil alih sama Jingchu. 





Beberapa orang masuk. Jingchu yang seorang dosen ngasih penjelasan ke muridnya. 


Rencana yang diberikan Dokter Kepala Wang padaku adalah geraham kiri dan kanan, totalnya empat gigi yang harus dicabut. Tapi kurasa hanya perlu mencabut dua gigi atas saja. Karena barisan gigi bawahmu tak terlalu rapi, jadi kita biarkan dulu. Setelah berkonsultasi dengan Dokter Kepala Wang aku akan memutuskannya. Biasanya pencabutan gigi yang besar seperti ini dan gusi yang lengket, harus memotong gusinya, lalu mencabutnya. Setelah itu perlu dijahit.


Hadeuh Zengli dah panik aja. Potong gusi???


Tapi, walau ukuran giginya besar, tapi tak ada hubungan patologi. Jadi, tak perlu dipotong.


Hadeuh Zengli lega. 




Setelah semua orang itu pergi, Jingchu kembali mencabut gigi Zengli. Nggak butuh waktu lama, urusan cabut gigi beres. 


Setelah selesai Jingchu kembali menyerahkan Zengli ke Heng Heng. 


Ibu masuk untuk melihat Zengli. Lah malah diketawain. Katanya Zengli mirip lele. 


Ibu lalu pergi untuk membayar ditemani sama perawat. 





Jingchu kembali lagi untuk persiapan pemasangan kawat gigi. Rupanya dia nggak mengenali Zengli sampai Zengli mengingatkan kalo Jingchu sudah menguras isi dompetnya. 


Jingchu nyuruh Zengli untuk membuka mulutnya. Dih sakit. Lah belum disentuh juga. Jingchu menunjukkan kalo itu cincin pemisah gigi. Agar giginya berongga sehingga memudahkan pemasangan behel. 




Heng Heng menyerahkan rekam medis Zengli ke Jingchu. Jingchu menasehati kalo Heng Heng sudah jadi dokter residen. Dia nggak boleh mundur saat ada masalah. Heng Heng beralasan kalo perbaikan gigi bukan keahliannya. Masa perawatannya juga sangat lama. Dia cemas pasien nggak akan mempercayainya. 


Ibu sama Zengli mau pulang. Perawat ngasih tahu kalo kondisinya nggak lazim. Ia kenal terhadap anastesi.  Karena itulah dokter Ai akan merawatnya secara langsung. 


Zengli langsung menolak. Sementara itu Jingchu yang bicara sama Heng Heng juga yakin kalo pasien akan lebih mempercayai Heng Heng ketimbang dirinya. 


Bersambung...


Facebook Twitter