Translate

Rabu, 14 April 2021

Sinopsis Hello Mr Gu Episode 4

 

All content from WeTV/ Tencent Video 



Penulis: Anysti

Sinopsis lengkap: Sinopsis lengkap Hello MR Gu

Episode sebelumnya: Sinopsis Hello MR Gu Episode 3

Episode selanjutnya: Sinopsis Hello MR Gu Episode 5


Budi dibayar budi, utang dibayar utang




Nan Zhou marah pada Qing Qing karena masuk ke rumahnya tanpa ijinnya. Gimana dia bisa masuk? Qing Qing mengaku nggak sengaja melihat Nan Zhou menekan kode pintu sebelumnya. Ia berusaha untuk menjelaskan yang ia alami tadi tapi Nan Zhou nggak begitu peduli. Polisi bahkan sampai datang ke rumahnya untuk menanggapi laporan Nan Zhou tadi. Nan Zhou memberitahu kalo yang terjadi hanya salah paham. Qing Juga bilang ke polisi kalo mereka adalah pasangan dan sedang bertengkar. Polisi memarahi mereka yang sampai membuat laporan hanya karena sedang bertengkar. Keduanya meminta maaf. Polisi menasehati agar mereka jangan mengulanginya lagi lalu pergi. 



Nan Zhou nggak bisa tidur gegara suara yang Qing Qing buat. Ia minum air dan makan apel. Nan Zhou yang nggak bisa menahannya lagi masuk ke kamar Qing Qing saat ia sedang yoga dan melarangnya membuat suara karena mengganggu waktu istirahatnya. Qing Qing nggak terima. Toh ia melakukannya di kamarnya sendiri. Nan Zhou tetap nggak mengijinkan. 



Paginya Qing Qing sudah mau pergi. Nan Zhou mengomelinya karena banyak hal. Mulai dari air minum yang mengotori meja, lumpur bekas roda koper di lantai, selimut yang nggak ditata dengan rapi dan handuk yang nggak digantung. Qing Qing merapikan semuanya sambil mrngimel. Kedepannya dia nggak akan pernah mau datang ke rumah Nan Zhou lagi. 





Qing Qing lalu datang ke rumah Su Su. Su Su menanyakan kemana Qing Qing semalam perginya. Kakaknya sampai menelponnya terus dan menanyakannya karena ponselnya mati. Dia nelpon teman asramanya dan diberitahu kalo ia pindah asrama. 


Nggak mau membuat kakaknya khawatir, Qing Qing lalu nelpon kakaknya. Ia memberi tahu kalo ia pindah asrama karena dapat pekerjaan baru. Kakak mau ke asramanya tapi Qing Qing melarang. Asramanya penuh. Untuk sementara ia tinggal dengan Su Su. Kakak berpesan agar Qing Qing mencarinya kalo ada masalah dan aktifkan ponselnya selama 24 jam. Qing Qing mengiyakan lalu menutup telponnya. 


Su Su mengeluhkan Qing Qing yang bilang pada kakaknya kalo tinggal di rumahnya. Gimana kalo kakaknya datang ke rumahnya? Selama ini kakak Qing Qing sering menindas Su Su. Qing Qing menenangkan kalo kakaknya nggak akan mengganggunya. 




Kakak membayar sebagian hutangnya dan meminta mereka agar jangan mengganggu adiknya lagi. Tapi ternyata hutangnya sudah dibayar oleh seseorang. Kakak dikasih kartu nama pengacara yang mengurus masalah hutang itu. Kakak lalu mendatangi kantor pengacara itu. Saat ia sampai di sana ia melihat pengacara itu sedang bicara dengan Nan Zhou. Mereka berpapasan saat Nan Zhou mau pergi. 





Qing Qing mendapat pekerjaan di sebuah perusahaan kecil. Ia membaca naskahnya dan diminta untuk membuat gambarnya. Meski sebenarnya ia nggak suka tapi ia tetap mengambilnya dan diberi tenggat sampai hari Minggu. Lah sekarang sudah hari Rabu. Atasannya menyarankan agar ia mencari asisten agar dapat mencapai tenggat waktu. 


Qing Qing lalu ke kampus dan menemui Zhang Yin. Belum apa-apa Zhang Yin sudah bilang nggak mau jadi asisten Qing Qing meski Qing Qing sudah menjanjikan kalo bayarannya akan ia bagi dua. Ia juga menjanjikan kalo yang sekarang nggak akan kayak yang sebelumnya yang gajinya dibawa kabur. 


Zhang Yin menekankan kalo itu bukan soal uang. Toh uang yang ia dapat nggak cukup untuk membeli cat minyak. Selain itu ia juga mau belajar untuk ujian. Qing Qing nggak mau.menyeeah dan terus membujuk Zhang Yin. Ia bahkan sampai mengikutinya ke kelas. 


Akhirnya Zhang Yin mau melakukannya. Ia lalu menanyakan tentang Qing Qing yang mau menikah dengan Nan Zhou dan menanyakan alasannya. Qing Qing sedikit bingung jawabnya. Ia hanya bilang kalo itu karena Nan Zhou tampan dan tubuhnya juga bagus. 




Mendadak orang yang dibicarakan nelpon. Zhang Yin sempat melihat kalo kontak Nan Zhou dikasih nama suamiku sama Qing Qing. Nan Zhou mengajak Qing Qing untuk ikut pesta makan malam dengannya. Untuk alamatnya ia akan mengirimkannya. Ia juga nyuruh Qing Qing untuk memakai pakaian formal. 



Nan Zhou dan sekretarisnya cemas menunggu Qing Qing yang nggak juga datang. Setelah lama menunggu akhirnya Qing Qing datang. Baru juga datang Nan Zhou langsung memarahinya karena memakai baju wawancara. Sekretarisnya menyarankan agar Nan Zhou membelikan baju untuk Qing Qing tapi sudah nggak sempat karena direktur Luo keburu datang. 




Di tempat makan direktur Luo mengajak Nan Zhou bersulang untuk kerjasama mereka. Jing Xuan yang tahu kalo Nan Zhou nggak bisa minum berniat menggantikannya tapi Direktur Luo melarang. Sekretaris Nan Zhou membuat kesepakatan dengan Qing Qing untuk menggantikan Nan Zhou minum dan ia akan mendapatkan 500 yuan untuk tiap gelasnya. 


Qing Qing langsung bangkit dan merebut gelas Nan Zhou lalu mengajak Direktur Luo untuk bersulang. Ia juga memuji direktur Luo sehingga membuatnya menyukainya. Mereka minum banyak sampai membuat Qing Qing mabuk. Meski sudah mabuk Qing Qing masih nggak mau berhenti minum sampai sekretaris Nan Zhou harus menghentikannya. 



Dalam perjalanan pulang Qing Qing nggak bisa diam dan masih ingin minum. Nan Zhou sampai meminumkan minuman pereda mabuk untuk Qing Qing. Akhirnya ia tahu kalo Qing Qing begitu karena dijanjikan sama sekretarisnya untuk menggantikannya minum dengan harga 500 yuan untuk tiap gelasnya. 




Akhirnya mereka sampai rumah. Qing Qing terus saja meracau. Ia bahkan menganggap Nan Zhou pelayan dan minta minum. Ia juga naik ke atas sofa dan bernyanyi. Nan Zhou sampai khawatir kalo Qing Qing jatuh. Qing Qing terus bernyanyi. Ia juga melempar bantal ke Nan Zhou. Nan Zhou terpaksa membentaknya agar berhenti. Lah Qing Qing malah nangis sambil mengeluhkan Nan Zhou yang ia nilai galak. 


Beberapa saat kemudian akhirnya Qing Qing tertidur. Nan Zhou melepas jas nya buat jadi selimut Qing Qing. Dan saat ia mengambil tas Qing Qing secara nggak sengaja ia menjatuhkan buku catatan Qing Qing. Isinya sampai membuat Nan Zhou sedih. Qing Qing punya banyak hutang. Qing Qing juga mencatat semua pengeluarannya. Sehari uang makannya 20 yuan. Nan Zhou sampai berpikir apa dia makan rumput tiap hari? 


Tiba-tiba Qing Qing bangun Dan duduk di sebelahnya. Nan Zhou yang berpikir kalo Qing Qing sudah sadar menjelaskan kalo ia nggak sengaja melihatnya. Ternyata Qing Qing masih mabuk. Ia nyuruh Nan Zhou untuk membuatkannya mie karena ia masih lapar. Ia hanya minum dan nggak sempat makan tadi. 






Mendadak Qing Qing mau muntah. Nan Zhou membawanya ke kamar mandi dan merawatnya. Setelah selesai ia membantu Qing Qing untuk bangkit tapi Qing Qing malah menyiramnya dengan shower. Keduanya sampai basah kuyup. 


Akhirnya Qing Qing tidur. Nan Zhou menggendongnya ke kamar. Dan saat ia mau pergi Qing Qing malah memeluknya dan melarangnya untuk pergi karena ia takut. Nan Zhou menenangkan kalo ia ada di sana. Qing Qing masih nggak melepaskannya. Ia menganggap kalo Nan Zhou adalah ibunya. Ia merasa dingin dan lapar. 


Bersambung...


Facebook Twitter