Translate

Sabtu, 08 Mei 2021

Sinopsis Hello Mr Gu episode 13


All content from WeTV/ Tencent Video 



Penulis: Anysti

Sinopsis lengkap: Sinopsis lengkap Hello Mr Gu

Episode sebelumnya: Sinopsis Hello Mr Gu episode 12

Episode selanjutnya: Sinopsis Hello Mr Gu Episode 14


Klip pendek 



Nan Zhou sedang mandi. Selesai mandi dia mengeringkan rambutnya lalu keluar. Qing Qing  menyiapkan sarapan. Nan Zhou sengaja mendekatinya. Dalam hati dia membatin kalo ia harus sangat berhati-hati dengan penyakit narsisne Nan Zhou yang parah banget. 


Segala Alasan Jatuh Hati



Nan Zhou yang habis mandi menggoda Qing Qing dengan menariknya pakai handuk, menghimpirnya lalu bilang haus. Qing Qing dah ketakutan aja. Dikiranya mau ngapain. Sampai merem segala gegara nggak mau lihat. 


Faktanya Nan Zhou cuman mau ngambil minum. Qing Qing membuka matanya dan mendorong Nan Zhou. Ia menyuruhnya untuk pakai baju lalu sarapan. 





Di kantor Qing Qing kena marah sama bosnya gegara bertengkar sama Presdir He. Sekarang proyek yang harusnya terlaksana jadi gagal. Gegara itu juga Qing Qing jadi kehilangan pekerjaannya. Dia disuruh menyerahkan semua pekerjaannya ke Zhang Yin. 


Qing Qing yang marah meremehkan. Dikiranya dia aja yang bisa mengambil keputusan. Ia juga nggak mau terus merusak masa depannya di sana. 


Nggak lama kemudian Zhang Yin masuk. Dia menekankan kalo dia cuman kerja sama Qing Qing. Ia mengembalikan kartu perusahaan dan pergi. 


Keduanya sama-sama pergi dari perusahaan. Qing Qing menyesalkan keputusan Zhang Yin yang ikut keluar dari pekerjaannya mengikutinya. Padahal bekerja di sana adalah peluang bagus. 


Zhang Yin pikir bagus juga mereka nggak punya kerjaan. Qing Qing bisa fokus sama kompetisi. Kalo menang mereka bisa dapat hadiah ratusan ribu Yuan. Qing Qing jadi kembali semangat. Ia meminta Zhang Yin untuk menjadi asistennya. Kalo menang nanti hadiahnya dibagi dua. Zhang Yin mengiyakan. Toh dia nggaj punya pilihan lain lagi. 




Xiaochuan yang juga mendengar berita tentang Qing Qing menyampaikannya pada Nan Zhou. Nan Zhou kayak tersentuh tahu Qing Qing kehilangan kesempatan untuk menjadikan pokoknya menjadi anime gegara bertengkar dengan Lu Ziming setelah membelanya. Selain itu Qing Qing juga kehilangan pekerjaannya. 


Nan Zhou lalu melihat hasil akumulasi suara. Rival Qing Qing ia curigai memanipulasi suara karena penanganannya yang terlalu drastis. 





Su Su datang menemui Xuan Ge di tempat kerjanya. Ada yang mau ia bicarakan. Xuan Ge mengaku sibuk dan nyuruh Su Su untuk pulang karena hari ini banyak tamu yang melakukan reservasi. Ia akan selesai jam 11 atau jam 12. Su Su memutuskan untuk nunggu. Xuan Ge nggak bilang apa-apa lagi dan kembali bekerja. 


Nggak disangka Su Su beneran menunggu Xuan Ge. Xuan Ge yang melihatnya malah mengabaikannya dan jalan gitu aja. Su Su menghampirinya dan memberikan teh susu yang ia bawa tapi sudah dingin. 


Xuan Ge malah memarahinya. Apa sih yang mau Su Su bicarakan dengannya? Su Su memberitahu kalo hari ini ia menghindari semua kelasnya. Ia mengeluhkan sikap ibunya yang mengatur semua tentangnya bahkan siapa yang harus ia temui. Xuan Ge malah merasa kalo itu bagus. Su Su jadi bisa dekat dengan kalangan elit. Nggak seperti dirinya. 


Su Su kecewa banget dengarnya. Apalagi setelah itu Xuan Ge dengan seenaknya menariknya dan pemanggilan taksi untuknya lalu mendorongnya ke taksi. Kelak ia minta Su Su untuk nggak mencarinya lagi. 





Qing Qing sedang melihat hasil akumulasi suara. Ada yang nggak beres. Ia lalu nelpon Zhang Yin dan mendiskusikannya. Masa iya semenit bisa bertambah 300 suara. Zhang Yin menenangkan. Ia akan minta temannya dan keluarganya untuk memberikan suaranya untuk Qing Qing. 


Di kamarnya Nan Zhou juga sedang mencari cara untuk melindungi Qing Qing. Ia nelpon penyelenggara kompetisi dan minta mereka untuk berlaku adil. Kalo curang kayak gini mending nggak usah mengadakan kompetisi. 







Paginya Zhang Yin nelpon Qing Qing dan melaporkan kalo hasil akumulasi suara sudah berubah. Qing Qing melihatnya sendiri. Bahkan komentar di bawahnya juga sifatnya positif. Mendadak orang kantor Nebula nelpon. Mereka menyesalkan Qing Qing yang nggak ngasih tahu kalo ikut kompetisi. Kalo nggak gegara Presdir Gu ngasih tahu mereka nggak akan tahu. Mereka bahkan juga menyinggung gimana Presdir Gu melindungi istrinya dengan menghubungi platform agar melakukan kompetisi secara jujur. 


Qing Qing lalu keluar dan melihat Nan Zhou sedang baca buku di ruang tengah. Ia mencoba untuk mengambil perhatiannya tapi Nan Zhou malah nggak menganggapnya. Ia lalu mengambil minum dan memberikannya pada Nan Zhou. Ia berterima kasih karena Nan Zhou sudah membantunya memecahkan masalah kecurangan. Nan Zhou juga nyuruh orang kantor untuk membantu memilihnya. 


Nan Zhou menyinggung tentang Qing Qing yang membelanya di depan Presdir He dan sampai membuatnya kehilangan pekerjaan. Qing Qing berusaha tegar. Ia juga mau berhenti dari sana. Kalo enggak dia nggak punya waktu untuk memperbaiki karyanya dan sampai masuk 50 besar. 


Nan Zhou memuji karya Qing Qing dan menyayangkan kalo sampai terlewat gegara kecurangan. Mendengarnya membuat Qing Qing merasa kalo Nan Zhou sangat baik dan menganggapnya sebagai teman. Nan Zhou kayak nggak suka dijadikan teman sama Qing Qing. Qing Qing merasakannya dan kembali menganggapnya sebagai pihak A. Nan Zhou melarang dan minta dianggap teman. 


Setelah Qing Qing pergi, Nan Zhou malah senyum sendiri karena berhasil menjadi teman Qing Qing. 







Xuan Ge yang sedang bekerja memergoki pria yang dijodohkan sama Su Su sedang bersama seorang wanita dan ternyata itu adalah pacarnya. Nggak rela pria itu membohongi Su Su, Xuan Ge langsung memberinya pukulan di wajah. 


Gegara masalah itu pihak hotel mendesak Xuan Ge untuk minta maaf pada pelanggan. Xuan Ge nggak mau. Pihak hotel mengancam akan memecat Xuan Ge kalo dia nggak mau minta maaf. Xuan Ge kekeuh pada pendiriannya dan memilih untuk berhenti kerja. 


Di atas motornya Xuan Ge mengirim pesan ke Su Su ngasih tahu kalo pria yang dikenalkan orang tuanya bukanlah pria baik. Nggak tahu kenapa Xuan Ge menghapusnya kembali dan nggak jadi mengirim pesan. 




Jing Xuan mendatangi ruangan Nan Zhou dan memberitahukan kalo rapat segera dimulai. Mereka sudah mau pergi. Ibu mendadak masuk dan menanyakan yang terjadi. Ia menyinggung Nan Zhou yang sudah menjual beberapa properti miliknya. 


Nan Zhou menenangkan kalo itu cuman pindah hak milik aja. Ia pamit karena masih ada rapat. Ibu lalu bicara dengan Jing Xuan. Jing Xuan menyalahkan Qing Qing yang membuat batalnya investasi Yingqi padahal mereka masih harus membayar pada Bule Ray. 


Ibu mengerti dan masih simpati pada Qing Qing. Jing Xuan nggak suka dan menyebutkan kalo ada masalah lain yang membuat Nan Zhou tertekan. 





Qing Qing senang banget bisa masuk 50 besar. Ia sampai lempar-lempar bantal segala. Tiba-tiba ada yang datang. Qing Qing buru-buru merapikan semuanya baru membuka pintu. Yang datang ternyata ibu. Dia membawakan banyak buah untuk Qing Qing dan menanyakan apa terjadi sesuatu padanya dan Nan Zhou? 


Qing Qing membantahnya. Ia merasa kalo Nan Zhou baik namun sedikit masam. Orang yang lagi diomongin mendadak pulang. Ibu mengajaknya untuk makan buah juga tapi Nan Zhou menolak karena masih ada kerjaan. 


Qing Qing menunjukkan kalo tadi contoh sikap masamnya. Ibu ngasih tahu kalo saat kecil sikap Nan Zhou malah lebih masam lagi. Belum lagi sifat temperamennya. 


Nggak terasa Qing Qing dan ibu ngobrol soal Nan Zhou sampai larut malam. Nan Zhou keluar daru kamarnya dan kau mengantar ibu pulang. Lah ibu malas gerak dan nggak mau pulang. Dia mai menginap di sana. 


Qing Qing yang nggak paham malah senang dan mau menyiapkan kamar untuk ibu. Ibu melarang dan akan tidur di kamar tamu. Qing Qing mau ke kamarnya tapi ibu malah menyinggung soal tidur sama Nan Zhou. Qing Qing beralasan kalo dia hanya ingin memastikan apa pintunya sudah terkunci. 




Mereka pergi ke kamar Nan Zhou. Nan Zhou memarahi Qing Qing yang meladeni ibunya. Kalo ibunya nggak juga mau pulang apa mereka akan terus sekamar? Qing Qing santai. Sekamar doang. Palingan satu tidur di lantai dan satu tidur di kasur. 


Qing Qing menyarankan agar mereka suit untuk menentukan siapa yang harus tidur di lantai. Nan Zhou hanya menghela nafas dan nyuruh Qing Qing untuk tidur di kasur. Qing Qing heran. Nan Zhou baik banget. 


Beberapa saat kemudian


Nan Zhou merasa nggak nyaman banget tidur di lantai. Qing Qing menawarkan agar Nan Zhou tidur di kasur dengan membayarnya 500 yuan. Nan Zhou malah menatapnya tajam. Mata duitan. Ia heran kenapa Qing Qing nggak merasa canggung berada sekamar sama pria. 


Qing Qing santai. Dia dah biasa sekamar sama Zhang Yin. Nan Zhou kesal dengarnya. Qing Qing bahkan dah biasa juga sekadar sama 6 orang. Kalo lagi ngejar tenggat nggak peduli pria apa wanita, yang penting bisa tidur. 




Nan Zhou lalu tidur membelakangi Qing Qing dan mencoba untuk nggak peduli. Beberapa saat kemudian Qing Qing sudah terlelap sedang Nan Zhou malah nggak bisa tidur. Mendadak tangan Qing Qing keluar dari selimut. Nan Zhou bangun dan menata kembali selimutnya. 


Lah habis itu malah kakinya yang keluar. Seperti tadi, Nan Zhou mau memasukkannya tapi malah ditendang sama Qing Qing. Qing Qing kebangun. Dia minta maaf dan membantunya naik ke kasur. Lah malah dia yang jatuh. Keduanya saling menatap dan...


Bersambung...


Facebook Twitter