Translate

Sabtu, 08 Mei 2021

Sinopsis My Absolute Boyfriend episode 1 part 1


All content from SBS



Seorang wanita duduk sambil nangis. Sedih banget kayaknya. Namanya Eom Da Da. Dia memejamkan matanya sambil menghela nafas, mencoba buat menguatkan diri. Sudah berakhir.

Dia lalu bangkit dan berjalan ke sebuah kotak. Ia membukanya dan ada seorang pria di dalamnya. Nggak pakai baju dan hanya pakai celana pendek. Da Da terpana melihatnya. Ia mendekat dan memperhatikan wajah pria itu.



Pelan-pelan dia mengangkat tangannya dan mengulurkannya ke wajah pria itu. Dia menyentuh pipi pria itu dan malah membuatnya terjatuh.

Da Da panik karena pria itu menimpanya. Dia mundur dan malah jatuh menimpa pria itu. Dan secara nggak sengaja Da Da mencium pria itu.

Da Da melepaskan ciumannya dan menatap pria itu.



Ketemu seseorang dan mengucapkan selamat tinggal bisa diputusin dengan kesempatan dan pilihan singkat. Kalo gitu apa kami ketemu secara kebetulan? Atau mungkinkah itu takdir???

Pria itu tiba-tiba membuka matanya dan menatap Da Da.

E P I S O D E  1



Seorang wanita sedang berada di sebuah ruangan dan menggergaji sebuah kaki. Ponselnya bunyi. Dia berhenti dan menjawabnya dulu.

Dada?? Dada bilang kalo dia siap dan lagi menggergaji kaki. Gimana dengan kakinya? Apa dia harus ngambil juga? Orang di seberang meminta lebih banyak mayat ke Dada.


Seorang pria berdiri di atap. Dia melihat ke bawah. Tiba-tiba matanya berubah jadi biru. Dia lalu melompat tanpa ragu sedikitpun.

Ia mendarat dengan sempurna,  bangkit dan berjalan.


Di tempat lain seorang wanita sedang disandera oleh orang-orang yang memakai topeng. Wanita itu bilang kalo mereka gila. Ia yakin kalo dia pasti datang menyelamatkannya.

Orang yang memeganginya mengeluarkan suntikan. Dia bilang kalo sudah terlambat dan berniat menyuntikkannya ke wanita itu.

Wanita itu teriak ketakutan. Lampu tiba-tiba meletus. Lampu lalu mati dan terdengarlah suara sirine.


Nggak lama kemudian lampu nyala lagi. Nampak orang yang lompat dari atap tadi berdiri menatap wanita yang disandera.

Wanita itu manggil pria itu AlphaGo dan dia datang buat menyelamatkannya.

Orang yang menyandera wanita itu marah melihat AlphaGo. Dia lalu nyuruh anak buahnya buat menyerang.

Alpha Go melawan mereka tanpa rasa takut sedikitpun.


CUT!!!

Lah, lagi syuting ternyata. Pria yang meranin Alpha Go menanyakan keadaan lawan mainnya. Apa dia baik-baik saja?? Adegan selanjutnya. Namanya Wang Joon.

Sutradara menghampirinya dan memuji aktingnya. Dia minta ijin buat istirahat 10 menit. Wang Joon memikirkannya bentar dan ngasih ijin. Sutradara berterima kasih lalu pergi.


Asisten dan manajer Wang Joon mengantarkannya ke tempat duduknya buat istirahat. Manajernya memuji mata besarnya dan menyatakan kalo dia emang berkelas.

Wang Joon santai. Lupain aja. Lagian dia udah latihan selama 20 kali. Dia membisiki manajernya, Woong buat terus terang aja kalo itu cuman lelucon, sebelum dia jadi kasar.

Wong memberitahu kalo ada sedikit masalah.


Sutradara lagi ngomong sama dua orang di luar. Wajahnya kelihatan stres banget kayaknya. Lawan main Wang Joon, Ruby menghampirinya dan ngasih permen.

Sutradara menerimanya dan berterima kasih. Dia lalu nanya gadis di depannya. Sebenarnya bisa apa enggak?

Gadis itu memberitahu kalo itu terlalu mendadak buat mereka. Sebuah mobil datang. Pria yang dimarahin sutradara mendekati mobil itu.


Da da keluar dan menanyakan ada apa? Kenapa mendadak butuh banyak mayat? Pria itu ngasih tahu kalo Ruby mendadak minta jadwalnya diubah. Mereka lalu melihat gadis di depan sutradara.

Sutradara marahin gadis itu. Ngapain? Apa mereka musti syuting tanpa pemeran protagonis utama? Ruby merayu minta supaya sutradara jangan syuting tanpa dia. Gadis itu tetap bilang kalo itu nggak mungkin.


Asisten sutradara datang dan ngasih tahu kalo syuting harus segera dimulai kalo enggang Wang Joon akan ribut.

Sutradara makin kesal dan marah. Dia bahkan meremehkan kemampuan mereka. Da Da mendekat dan mengatakan kalo dia akan melakukannya.

Sutradara senang dengarnya. Emang harusnya mereka gitu dari tadi. Ia lalu pergi bersama dengan Ruby.


Gadis yang tadi dimarahi sutradara menanyakan apa Da Da sudah g*la? Apa otaknya kesumbat gara-gara nggak tidur selama 3 hari?

Sambil nulis Da Da mengingatkan kalo mereka nggak punya pilihan. Apa mereka harus rusak sekalian jadwal syutingnya?

Da Da lalu menugaskan Yoo Jin buat mengeluarkan meja kerja mereka. Gadis tadi tetap ngeyek. Ia merasa kalo mereka nggak perlu ngasih tanggung jawab penuh. Bikin boneka itu butuh waktu tiga hari dan empat boneka nggak bisa dibuat dalam 10 menit.


Da Da menunjukkan apa yang dia tulis ke Yoo Jin dan gadis itu (masih belum tahu namanya siapa). Da Da ngasih tahu mereka kalo mereka bisa membuat banyak mayat hanya dengan satu boneka. Kalo mereka mati dengan cara yang beda maka mereka bisa membuatnya dengan boneka yang mereka punya.

Da Da lalu nyuruh Yoo Jin buat ngasih naskah yang dia tulis tadi ke sutradara dan sutradara akan paham. Yoo Jin menerimanya. Tapi dia masih ragu. Gimana kalo ada yang salah?

Da Da memintanya untuk bergegas karena waktu mereka cuman dikit. Yoo Jin mengiyakan lalu pergi.


Da Da lalu menanyakan ke gadis itu apa mereka masih punya sisa darah pas membuat darah di dalam mobil? Gadis itu mengiyakan dan memberikannya pada Da Da.

Da Da lalu meramu darah itu. Gadis itu bingung lihat Da Da. Apa yang dia lakukan? Da Da mengingatkan kalo mereka punya 4 mayat. Dan itu nggak bisa cuman pakai satu darah. Setiap orang punya warna dan kekentalan sendiri-sendiri.

Gadis itu protes kalo nggak akan ada yang peduli sama detil kayak gitu. Orang bahkan nggak akan peduli apa darahnya merah apa biru. Yang mereka tonton cuman wajah karakter utama. Da Da hanya tersenyum dengaromelan temannya.


Yoo Jin memberikan naskah dari Da Da ke sutradara. Sutradara membacanya dan malah marah. Beraninya mereka ngasih naskah itu ke dia. Dia lalu melempar naskah itu ke Yoo Jin.

Semua orang melihat mereka. Tak terkecuali Wang Joon dan Ruby. Yoo Jin minta maaf. Sutradara kembali memarahinya karena mereka nggak punya banyak waktu.


Asisten sutradara mengambil naskah Da Da dan membacanya. Menurutnya itu nggak terlalu buruk. Dia suka pembagian adegannya. Bonekanya juga digunakan secara efektif.

Sutradara seolah nggak mau kehilangan muka. Dia menegur asistennya. G*la apa??

Asisten sutradara mendekat dan mengingatkan kalo syuting nggak mulai sekarang maka nggak akan bisa tayang pekan ini. Sutradara menghela nafas. Kesal banget. Tapi dia juga nggak punya pilihan lain selain menerima naskah dari Da Da.


Nggak lama kemudian Da Da datang bersama dengan perlengkapannya. Sutradara bangkit dan memarahinya. Nggak lihat kalo semua oranf sudah nunggu??

Da Da meminta maaf dan memberirahu kalo tadi mereka musti bikin darah ekstra. Sutradara mengambil naskah Da Da dan mengumumkan kalo syuting akan segera di mulai.

Semua orang kembali sibuk. Lampu mulai menyala. Adegan diulang dari pas Alpha Go datang untuk menyelamatkan Ruby.


Para penjahat itu maju untuk menyerang Alpha Go. Alpha Go menc*kiknya dan mengangkatnya ke atas. Penjahat itu ditarik oleh sebuah tali di belakangnya.

Da Da mendekat dan memberikan kapsul darah. Orang itu menggigitnya dan darahpun keluar dari mulutnya. Sutradara merasa kalo itu kurang dan minta agar Da Da menambahkannya lagi.

Da Da mengiyakan dan menyuntikkan darah ke mulut orang itu. Syuting kembali dilanjutkan dan hasilnya sesuai dengan apa yang sutradara inginkan.



Adegan selanjutnya Alpha Go melukai kaki lawannya, menusuk leher, punggung dan membakar tangan lawannya. Terakhir dia mem*tong tangan lawannya. Dan semua itu berjalan lancar berkat usaha Da Da dan timnya.


Selesai bertarung, Alpha Go lalu menghampiri Ruby dan melepaskan ikatan tangannya. Ruby memeriksa Alpha Go dan memastikan kalo dia nggak terluka. Dia tahu kalo Alpha Go akan datang.

Alpha Go mengingatkan kalo dia akan menyelamatkan Ruby. Dia lalu mendekat dan mencium Ruby. Da Da melihatnya sambil senyum tapi kayak berat.


CUT!!!

Syuting selesai. Sutradara menghampiri Wang Joon dan memuji aktingnya. Wang Joon seolah masa b*doh dan nggak menanggapinya. Dia cuman bilang terima kasih sambil terus berjalan tanpa bilang apa-apa lagi.

Ruby memanggil sutradara. Sutradara juga memuji akting Ruby. Da Da dan kedua temannya hanya melihatnya sambil menghela nafas.

Mereka lalu pergi ninggalin Da Da untuk menanyakan jadwal mereka selanjutnya ke asisten sutradara.


Da Da mengangkat dua ember peralatannya dan berniat pergi dari sana. Sutradara menghampirinya sehingga ia terpaksa meletakkannya lagi. Mereka saling memuji pekerjaan masing-masing.

Sutradara lalu menanyakan apa Da Da putrinya Pak Eom? Dia mewarisi Real? Da Da mengangguk membenarkan. Sutradara melanjutkan kalo asistennya barusan memberitahunya kalo ayah Da Da hebat pada jamannya. Ia lalu menanyakan sudah berapa lama Da Da ada di bidang itu?


Da Da memberitahu kalo termasuk saat ia jadi asisten maka sudah 10 tahun. Sutradara melipat tangannya sambil menghela nafas. Ia merasa kalo Da Da harusnya tahu peraturan disana. Kenapa Da Da sampai kelewatan?

Da Da nggak ngeh. Apa???

Bersambung...

Facebook Twitter