Translate

Rabu, 03 Februari 2021

Sinopsis Abyss episode 11 part 4


All content from tvN 





Ji Uk lagi tidur. Kelihatan banget kalo dia nggak tenang. Pundaknya yang kena pukul botol kaca sudah diperban.

Ia memimpikan masa kecilnya. Ia jalan sambil membaca catatan. Ji Uk mengundangnya ke rumahnya 17 Oktober di apartemen Blossom.

Sesuatu tiba-tiba jatuh dan mengagetkannya. Seorang wanita jatuh dari atas. Ia mendongak ke atas dan melihat hakim Seo sedang melihat ke bawah dari balkon.



Hakim Seo berusaha membangunkan Ji Uk yang lagi nggak sadar. Tae Jin memanggilnya dan menawarkan untuk menutupinya.

Ji Uk (Tae Jin) terbangun. Ia mengatur nafasnya lalu bangun.


Park Gi Man menemui hakim Seo. Park Gi Man mengaku menunggu telpon dari hakim Seo. Hakim Seo mengatakan kalo ia akan langsung saja. Ia menatap Park Gi Man tajam dan menanyakan berapa banyak yang dia tahu?

Park Gi Man merasa kalo itu sebenarnya nggak penting. Hakim Seo menanyakan tujuannya. Park Gi Man mengaku nggak punya tujuan apa-apa. Ia hanya ingin meluruskan kalo Seo Ji Uk, monster itu, Hakim Seolah yang membesarkannya.

Seandainya hakim Seo nggak menempatkannya dalam posisi sekarang, ... Park Gi Man geram dan menggebrak meja. Ia lalu melanjutkan kalimatnya kalo pembunuhan Oh Yeong Cheol nggak akan sejauh ini.




Hakim Seo nggak paham dan menanyakan apa maksudnya Park Gi Man? Park Gi Man mengambil sesuatu dari sakunya dan memberikannya ke hakim Seo.

Sebuah foto. Itu adalah anaknya yang sebenarnya yang lagi koma di rumah sakit. Park Gi Man menyarankan agar hakim Seo mengungkap jebenaran soal Seo Ji Uk. Ini adalah kesempatan terakhirnya untuk mendapatkan ampunan dari putranya yang sebenarnya.

Hakim Seo terdiam. Dia nampak terkejut Park Gi Man tahu mengenai putranya.


Dong Cheol menemui Se Yeon di rumah sakit  dan membawakan barang yang diminta sama Mi Do. Se Yeon menerimanya dan berterima kasih. Dong Cheol memberitahu kalo dia nggak tahu alasannya kenapa Mi Do pulang.

Dong Cheol lalu menanyakan keadaan ibunya Hee Jin. Se Yeon memberitahu kalo dia belum membaik. Dong Cheol berharap kalo dia segera pulih. Ia lalu memberitahu Se Yeon kalo mereka sudah mendapatkan hasil forensiknya dan bertanya apa Se Yeon mau memeriksa bersamanya?

Se Yeon mengiyakan. Ia lalu memberikan apa yang ia bawa pada Min. Min sendiri akan tetap disana.


Dokter membenarkan kalo Oh Yeong Cheol dan perawat pasti sembunyi sejak kabur. Disana mereka hanya nemuin sidik jari. Se Yeon menanyakan apa hanya mereka berdua atau ada yang lain?

Dokter menggeleng. Ia lalu menyatakan kalo mereka punya kaki tangan seperti yang Se Yeon bilang. Dong Cheol menanyakan apa dokter nemuin sesuatu?

Dokter memberikan sebuah lapiran pada Dong Cheol. Mereka menganalisis noda darah dan itu milik 3 orang yang berbeda. Dong Cheol membacanya, Oh Yeong Cheol, Jang Sun Young dan...

Dokter memotong kalo yang terakhir adalah DNA dengan kromosom XY nggak dikenal dengan golongan darah A yang berarti kalo malam itu ada 3 orang yang berkelahi hingga berdarah.



Se Yeon menanyakan cara buat mengetahui siapa orang itu. Dokter mengingatkan kalo orang ini nggak punya catatan kriminal jadi DNAnya nggak terdaftar. Se Yeon merasa kalo nggak mungkin ini pidana pertamanya.

Dokter melanjutkan kalo mereka nemuin hal aneh. Untuk berjaga-jaga ia membandingkan DNA ketiganya dan terdapat kecocokan yang signifikan antara DNA nggak dikenal dengan Oh Yeong Cheol. Artinya pria ini adalah putra biologis Oh Yeong Cheol.

Dong Cheol dan Se Yeon kaget dengarnya. Putranya???


Keduanya meninggalkan rumah sakit. Dong Cheol nggaknnyangka kalo Oh Yeong Cheol punya putra dan nggak mendaftarkan kelahirannya dan Oh Yeong Cheol dibantu putranya untuk membunuh orang.

Se Yeon menghela nafas mereka hanya bisa mengasumsikan hal itu. Dong Cheol kesal. B*debah macam apa yang... Se Yeon memotong dan menanyakan gimana kalo Oh Yeong Cheol mendaftarkan putranya?

Se Yeon ingat kalo dia pernah nanyain Tae Jin ke Hee Jin. Hee Jin bilang kalo dia sudah lama meninggal.

Se Yeon mengatakan kalo Oh Yeong Cheol mendaftarkan kematian putranya setelah mendaftarkan kelahirannya. Dia juga melakukannya pada ibunya Hee Jin. Dong Cheol mengulangi apa yang Se Yeon katakan, maksudnya Oh Yeong Cheol melaporkan kematiannya lalu menjadikannya kaki tangannya? Ia merasa kalo itu nggak ada bedanya tapi...g*la.

Se Yeon memberitahu kalo Hee Jin mengenalnya. Ia lalu ngajak Dong Cheol buat balik ke rumah sakit.


Ji Uk menuju rumah sakit Hyeonseong.


Hee Jin nungguin ibunya yang belum sadar. Ia lalu menemui Se Yeon dan Dong Cheol. Ia memberitahu kalo itu adalah saudara tirinya. Tae Jin Oppa adalah putra biologis Oh Yeong Cheol tapi sulit dipercaya kalo dia dibesarkan oleh monster itu. Menurut Hee Jin dia adalah saudara yang baik.

Se Yeon menanyakan terakhir kali Tae Jin tinggal sama Hee Jin. Hee Jin nggak begitu ingat karena memang sudah sangat lama. Mungkin saat itu usianya  7 atau 8 tahun. Ia merasa kalo itu terakhir kalinya dai melihat Tae Jin.

Dong Cheol menanyakan apa dia menghilang? Hee Jin mengiyakan. Tapi nggak seharusnya Tae Jin bilang kalo dia putra Oh Yeong Cheol. Dia bahkan nggak dibolehin manggil Oh Yeong Cheol ayah. Dan yang tahu tentang itu hanya beberapa orang saja.


Se Yeon menanyakan kenapa? Hee Jin mengaku nggak yakin. Semuanya terjadi saat ia masih kecil. Kalo ibunya mungkin lebih tahu.

Se Yeon lalu berpesan agar Hee Jin memberitahu kalo ada sesuatu. Ia menyarankan agar Hee Jin pulang dan istirahat. Hee Jin mengaku ngga  papa. Se Yeon tetap menyuruh Hee Jin pulang. Dia yang akan menjaga ibunya Hee Jin. Ia rasa kalo Hee Jin butuh tidur seenggaknya satu atau dua jam.

Dong Cheol juga merasa begitu. Hee Jin nyaris nggak tidur. Ia bangkit dan mau nganterin. Se Yeon menariknya buat pulang sama Dong Cheol.


Ketiganya keluar dari lift. Dong Cheol jalan duluan. Dan tanpa mereka sadari Ji Uk datang setelah mereka pergi.

Se Yeon kembali habis nganterin Hee Jin. Di depan kamar ibu dia ketemu sama Ji Uk. Ia menyapanya dan menanyakan ada apa kesana? Ji Uk mengaku mendengar kalo bu Jang dirawat di sana. Ia berniat mampir dan membesuk.

Ia lalu nyinggung tentang kejadian tempo hari. Sudah nggak ada apa-apa, kan? Se Yeon mengiyakan. Ia dengrar kalovChoe Gi Hun juga memb*dohi Ji Uk.

Ji Uk mengangguk membenarkan. Se Yeon memberitahu kalo ibu Hee Jin masih belum sadar. Tapi ia mempersilakan kalo Ji Uk mau melihat keadaannya. Ji Uk mengiyakan. Mereka lalu msuk sama-sama.


Ji Uk melihat kondiri ibu Hee Jin dan merasa kalo mereka harus segera mencari Oh Yeong Cheol. Se Yeon berpikir kalo jejaksaan pasti dibuat sibuk sama Oh Yeong Cheol. Ji Uk membenarkan.

Perawat mengetuk pintu. Menanyakan apa Se Yeon adalah wali dari Jang Sun Young? Se Yeon membenarkan. Perawat memintanya buat nengisi beberapa berkas. Se Yeon mengiyakan lalu keluar bersama perawat.


Ji Uk menatap ibu dan mengajaknya bicara. Ia kan sudah mengingatkan untuk melupakan Tae Jin. Jujur ia benci ibu yang selalu memicunya saat ibu bahkan nggak bisa melindunginya.


Se Yeon kembali dan saat ia membuka pintu membuat Ji Uk kaget. Ia pamit. Se Yeon mengiyakan. Ia merasa kalo Ji Uk pasti kesulitan. Ia tampak lelah. Ji Uk mengaku nggak papa.

Se Yeon mau mengantarnya tapi Ji Uk menolak. Ia jalan sendiri. Se Yeon mengiyakan dan mengucaokan selamat tinggal.


Ji Uk meninggalkan ruangan ibu lalu mengambil ponselnya. Ia menelpon seseorang dan bilang akan ngirim alamatnya. Dan orang yang ia telpon bisa membawanya kalo mau.

Ji Uk melihat Min datang dan buru-buru menutup telponnya. Min bertanya kenapa Ji Uk tiba-tiba kesana? Ji Uk santai bilang kalo mereka pernah ketemu jadi dia menjenguknya.

Min merasa kalo Ji Uk selalu muncul di tempat yang nggak terduga. Ji Uk menatap Min tajam dan nggak buru-buru menjawab.


Se Yeon membuka tas dari Mi Do yang berisi barang-barangnya ibu Hee Jin. Ada boneka, buku gambar... Ia merasa tertarik lihat buku gambar itu dan membukanya. Gambarnya kayak gambar anak TK. Ia lalu menatap ibu Hee Jin dan bilang semoga  cepat sembuh bu Jang. Kalo pingin lihat bunga sama Hee Jin kayak di gambar itu.

Se Yeon lalu membuka halaman selanjutnya dan melihat nomor yang ditulis sama ibu tempo hari. Ia merasa kalo nomor itu nggak asing. Ia iseng ngambil ponselnya dan ternyata nomor yang di atas adalah nomor Hee Jin.


Lanjut ke nomor yang kedua. Nomor itu nggak ada di kontaknya tapi ia merasa kalo nomor itu nggak asing. Ia lalu teringat saat mengantar kepergian ibu sama Hee Jin ke rumahnya Mi Do beberapa waktu yang lalu.

Ia meminta ibu buat nurutin apa yang Hee Jin bilang dan makan yang banyak. Ibu malah asik main sama ponselnya. Ternyta dia lagi nelpon Tae Jin.

Se Yeon ingat kalo itu nomor Oh Tae Jin. Ia lalu menelpon nomor itu menggunakan ponselnya.


Ponsel Ji Uk bunyi. Min bertanya kenapa Ji Uk nggak mengangkatnya? Ji Uk nggak acuh. Kenapa dia harus membiarkan Min mutusin menjawab telponnya apa enggak?

Dia sendiri nggak tahu kenapa Min nggak menyukainya. Kenapa juga Nin nggak masuk kalo mau besuk?


Di dalam Se Yeon berharap banget Tae Jin akan ngangkat telponnya. Ia lalu mendengar suara dering telpon di luar. Ia bangkit dan mencari sumber suaranya.

Ji Uk merasa tersudut. Ia akan pergi dan mengaku punya kegiatan lain yang lebih baik. Ia berjalan melewati Min dan menabrak pundaknya.



Se Yeon sampai di luar dan melihat kalo orang itu adalah Ji Uk. Ia berlari mengejar Ji Uk dan memutar tubuhnya. Ji Uk nampak kesakitan saat Se Yeon menyentuh pundaknya. Mata Se Yeon berkaca-kaca. Ji Uk???

Se Yeon lalu ingat semua pernyataan yang mengarah ke Ji Uk. Paman pemulung mengatakan kalo ia melihat pria muda berjalan keluar dari rumah Se Yeon. Min yang bilang kalo Seo Ji Uk adalah penculikya.

Sampai malam itu ia dengar sendiri kalo Ji Uk bilang dia belum mati.

Se Yeon mrngkonfirmasi kalo Ji Uk adalah Oh Tae Jin?

Bersambung...


Facebook Twitter